Masih Dijual Bebas

by -

METROPOLITAN – Sejak adanya larangan penjualan Albothyl oleh BPOM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor langsung memeriksa sejumlah apotek juga toko obat. Alhasil, pihaknya masih mendapati apotek maupun toko obat yang memiliki obat penghilang sariawan tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperdagin Kabupaten Bogor Jona Sijabat menuturkan, walapun di toko obat dan apotek masih menyimpan Albothyl, namun diyakini Albothyl tersebut tidak lagi diperjualbelikan. Rencananya Albothyl tersebut akan diambil pihak distributor.

“Masih diketemukan Albothyl, tapi sudah nggak diedarkan karena bakal di awa distributornya,” ujarnya.

Meski tidak semua apotek didatangi langsung, pihaknya meyakini, pasca surat larangan dari BPOM, setiap apotek sudah paham untuk tidak menjualnya. Sekalipun ada, namun tidak dijual belikan. “Yang jelas apotek-apotek sudah kita pantau. Nanti kita turun lagi, apakah memang sudah benar-benar kosong atau masih disimpan,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Erwin Suriana menuturkan, pihaknya akan mengedarkan surat himbauan pelarangan penggunaan Albothyl, Senin (26/2). Surat imbauan tersebut akan diedarkan ke apotek, toko obat, minimarket juga fasilitas kesehatan lainnya. Isinya, tak lain menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan obat albothyl dan BPOM sudah menarik dari peredaran secara bertahap. “Edaran itu harus dari BPOM, selanjutnya dikuatkan Dinkes,”katanya.

Erwin menambahkan, selama ini di Kabupaten Bogor belum ditemukan kasus akibat penggunaan obat albothyl. untuk meyakinkan bahwa albothyl tidak lagi beredar di Bumi Tegar Beriman, pihaknya bersama Disperdagin akan kembali memeriksa toko obat, apotek, minimarket dan fasilitas kesehatan. “Sebelum ada edaran dari BPOM memang, albothyl terhitung aktif diperjual belikan tapi sekarang sudah mulai di tarik oleh distributornya, ” pungkasnya.

(ads/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *