Sempat Dipecat, Iswahyudi Masih Jabat Ketua Hanura

by -

METROPOLITAN – Di tengah polemik kepengurusan, DPC Partai Hanura Kabupaten Bogor tetap mengikuti verifikasi faktual partai peserta pemilu 2019. Meski sempat dipecat beberapa hari sebelum verifikasi, Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor Iswahyudi dinyatakan masih sebagai ketua yang sah sesuai surat keputusan (SK) kepengurusan yang ada dalam aplikasi sistem informasi partai politik (Sipol) yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Alhamdulillah semua sudah beres verifikasinya dan memenuhi syarat. Bisa dilihat yang diverifikasi masih kepemimpinan saya,” kata Iswahyudi usai verifikasi di kantor DPC Hanura Kabupaten Bogor, kemarin.

Padahal sebelumnya, Iswahyudi telah diberhentikan secara tiba-tiba melalui surat dari DPP bernomor SKEP/388/DPP-HANURA/I/2018. Bahkan salah satu pengurus di DPC Hanura yang diduga menjadi salah satu penyebab pemecatan tersebut telah menggelar musyawara cabang luar biasa (muscalub) untuk mengganti posisi Iswahyudi dan menunjuk Luthfi Pulu yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPC menjadi Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor. “Saya juga nggak tahu status surat pemberhentian itu, tapi buktinya sampai hari ini saya masih sebagai ketua ketika verifikasi,” terangnya.

Baca Juga  Warga Metland Peduli Anak-anak Disabilitas

Kondisi tersebut mengindikasikan kepengurusan baru hasil muscalub belum memiliki SK hingga saat ini. Terlebih, muscalub yang mengangkat Lutfi Pulu sebagai ketua DPC dianggap tidak sesuai AD/ART partai karena banyak kejanggalan. “Muscalub itu minimal dihadir 50 persen plus satu ketua PAC, tapi muscalub versi mereka cuma dihadiri tujuh PAC. Artinya quorum dan secara otomatis tidak memenuhi syarat. Kalau saya tidak legowo atas pemberhentian itu bisa saja saya tinggalkan. Tapi saya masih bertanggung jawab hingga hari ini dengan mengurus semua proses verifikasi bersama yang lain,” kata Iswahyudi.

Setelah verifikasi, Iswahyudi pun menyerahkan ke DPP terkait berlaku atau tidaknya surat pemberhentian tersebut. Sejauh ini, Iswahyudi mengaku hasil komunikasi dengan Ketua DPD Hanura Jawa Barat Aceng Fikri, tidak akan ada SK baru untuk Hanura Kabupaten Bogor. “Bahkan sekarang sedang upaya pencabutan, artinya ada kemungkinan surat pemberhentian itu dicabut. Kalau saya terserah DPP apapun keputusannya. Kalaupun pahitnya saya cuma dimanfaatkan untuk verifikasi ya biarkan saja,” ujarnya.

Baca Juga  Komposisi Bacaleg PDIP Ditentukan DPP

Yang jelas, Iswahyudi melanjutkan, dirinya memperoleh dukungan dari pengurusa dan PAC Hanura Kabupaten Bogor untuk tetap memimpin. Jika keputusan pemberhentian tetap dipaksakan, bukan tidak mungkin banyak kader Hanura yang memilih keluar dari gerbong pimpinan hasil muscalub. “Saya bersyukur pengurus dan PAC semua hadir saat verifikasi ini, ini bentuk dukungan,” tandas Iswahyudi.

Sebelumnya, pemecatan Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor Iswahyudi direspons sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC). Ketua PAC Cibinong Kamaludin menilai keputusan tersebut sepihak dan sarat intrik. Mereka juga menyatakan siap membekukan diri jika masalah ini tak kunjung mendapat titik temu.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Kamaludin, pemecatan seharusnya dilakukan melalui musyawarah terlebih dulu. Dirinya bersama sejumlah PAC lain juga melihat ada ketidak beresan dalam proses pergantian Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor. “Menurut saya pemberhentian ini tidak sah. Harusnya kan lewat musyawarah dulu, karena partai punya AD/ART. Sementara surat plt itu keluar berdasarkan sesuatu hal. Ada kepentingan pribadi salah satu pengurus struktural DPC yang bersebrangan dengan ketua DPC. Kalau dibilang ada intrik dalam prosespemberhentian itu,” tandas Kamal.

Baca Juga  Posko Diah Di CGM Tak Kantongi Izin

(fin/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published.