Begini Cara Kakak Beradik Habisi Nyawa Marketing Cantik

by -

METROPOLITAN – Pelaku pembunuhan Yun Siska Rohani alias Siska (29) perempuan asal Jakarta Selatan yang jasadnya dibuang dengan keadaan tangan terikat dan mulut terlakban di Perumahan Cibinong Griya Asri (CGA) RW 08, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, akhirnya terungkap.

Siska yang berprofesi sebagai marketing wedding organizer ini diketahui tewas di tangan dua saudara kembar yakni FH dan FD (28) yang merupakan sopir taksi online. Kedua kakak beradik tersebut menghabisi nyawa Siska setelah gagal meminta sejumlah uang dan beberapa barang dalam mobil.

Sebelum dibunuh, Siska memesan taksi online dari Hotel Casendra, Jakarta Pusat, menuju Hotel Haris, Minggu (18/3) dini hari. Tidak lama kemudian, taksi online milik pelaku, Suzuki Ertiga, tiba di Hotel Casendra. Namun pelaku menjemput korban tidak sendiri, melainkan ditemani adiknya yakni FD.

Bukannya diantarkan ke lokasi yang dituju, Siska malah dibawa kedua tersangka ke Tol Jagorawi. Saat di tol, korban diancam pelaku menggunakan samurai kecil dan tangannya dilakban lalau diminta sejumlah uang Rp20 juta. Bahkan korban sempat diminta menghubungi keluarganya namun tak ada respons. Setelah sampai di rest area Km 34 Tol Jagorawi Sentul, tersangka FH turun ke ATM untuk mengecek ATM milik korban. Namun, ATM yang dicek ternyata kosong. Tersangka pun kembali ke mobil.

Baca Juga  Mayat Cewek Setengah Bugil Itu Wedding Organizer

Sebelum keluar tol, tersangka FH mencekik leher korban sampai tak bergerak dan menyumpal mulut korban dengan tisu basah ditambah dengan dompet motif bunga. Setelah dianggap tak bernapas, FH menutup kepala korban dengan tiga buah plastik. Selanjutnya FD mengarahkan mobil ke Jalan Pajajaran menuju Talang, kemudian belok kiri ke arah Karadenan melewati lampu lalu lintas PDAM. Sesampainya di Kompleks Ruko CGA, FH menurunkan korban di semak-semak pintu darurat perumahan tersebut. “Setelah meminta keterangan dari sembilan saksi, olah TKP dan hasil alat mambis inafis, diketahui indentitas korban yakni Yun Siska Rohani warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan,” ujar Kapolres Bogor AKBP Andy Moch Dicky saat rilis, kemarin.

Baca Juga  Senin, Polisi Periksa Operator Grab

Selang dua hari kemudian, lanjutnya, Satuan Polres Bogor berhasil melakukan penangkapan kedua tersangka yakni FH dan FD pada Selasa (20/3) subuh di rumahnya yang berada di Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang. Pelaku yakni FD merupakan sopir taksi online dan baru dua bulan bekerja. “Keduanya kita tangkap di rumahnya dengan keadaan terpisah. Adapun identitas tersangka yaitu FH dan FD yang masih berstatus keluarga dan warga Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor,” katanya.

Menurut keterangan pelaku, korban dibunuh dengan cara mencekik korban sampai tak bergerak dan menyumpal mulut korban dengan tisu basah ditambah dengan dompet motif bunga. Setelah dianggap tidak bernapas, FH menutup kepala korban dengan tiga buah plastik dan dibuang di depan pintu darurat Perumahan CGA.

Usai membuang jasad korban, FD pulang. Sedangkan FH membawa barang-barang milik korban pergi ke daerah Bubulak untuk membuang tas. Siang harinya, FH ke mal Jambu Dua untuk menjual handphone korban merek Vivo. Barang bukti yang ditemukan di TKP yakni sepatu warna cokelat muda, lakban hitam, baju warna abu-abu, kaos warna putih, celana dalam warna merah muda, bra warna hitam, dompet bercorak bunga, dua buah kantong plastik, celana dalam warna hitam dan jam tangan.

Baca Juga  Mayat Cewek Setengah Bugil Gemparkan Cibinong

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku yakni satu unit mobil Suzuki Ertiga warna putih, satu roll lakban warna hitam, satu bilah samurai kecil, satu unit handphone merk Samsung, Vivo dan BlackBerry, dompet motif bunga, satu pasang sepatu high heels hitam dan identitas korban seperti KTP, NPWP, kartu berobat BPJS, dua buah flashdisk dan satu pasang anting milik korban.

“Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat (4) KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang, pembunuhan dan atau pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun,” bebernya.

(feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *