Bima Didoakan Nenek 145 Tahun Kampanye di Bogor Selatan

by -

METROPOLITAN – Kampanye yang dilakukan calon wali kota Bogor dari nomor urut tiga, Bima Arya diwarnai dengan sejumlah doa dari lanjut usia (lansia). Kampanye dilakukan pendamping Dedie A Rachim ini dengan cara gerilya di Kelurahan Muarasari dan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, kemarin.

Gerilya diawali dengan meninjau sejumlah infrastruktur di Muarasari, seperti jembatan roboh di RW 1 dan RW 6, longsor dan pengecoran serta pelebaran mushola. Di sela gerilya itu, ada seorang nenek yang menghampiri Bima Arya. Nenek yang belakangan diketahui bernama Neni itu mengaku berusia 145 tahun. Bima Arya pun dibuat kaget dengan pengakuan sang nenek, bahkan sempat tidak percaya lantaran masih terlihat segar, mampu berjalan dan lancar berkomunikasi.

Baca Juga  2 Pasien Dalam Pengawasan di Kota Bogor, Bima Arya Minta Ditangani Serius

Tak lama, para cucunya yang datang sembari menggendong cicitnya pun meyakinkan Bima Arya. Obrolan hangat pun tercipta. Neni pun sempat mendoakan Bima Arya dan Dedie Rachim yang sedang bertarung di Pilwalkot Bogor 2018. “Pemimpin itu yang penting amanah,” kata nenek Neni.

Usai di Muarasari, gerilya Bima diteruskan menuju kawasan paling selatan Kota Bogor, yakni Bojongkerta. Di sana, Bima mengunjungi sebuah majelis taklim yang sedang dibangun oleh seorang tokoh masyarakat. Majlis itu nantinya akan dijadikan sarana pengajian dan dakwah. Bahkan, seperti halnya di Muarasari, Bima juga menemui seorang kakek berusia 130 tahun di Bojongkerta.

Melihat fenomena itu, Bima Arya menyatakan bahwa harapan hidup warga Kota Bogor cukup baik. Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harapan hidup masyarakat Kota Bogor sudah cukup baik yakni 72,95 tahun (data 2016). Tren peningkatan usia harapan hidup di Kota Bogor terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2013 hanya mencapai 72,57. “Angka harapan hidup itu diharapkan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan. Sehingga peningkatan jumlah penduduk usia tua tidak menjadi beban ekonomi penduduk usia produktif. Melalui pembinaan yang baik, penduduk usia tua bisa memiliki kualitas hidup yang baik dan tetap produktif secara ekonomi dan sosialnya,” kata Bima.

Baca Juga  Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat HUT Radar Bogor dan Harian Metropolitan

Untuk itu, lanjut Bima Arya, Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) akan digencarkan lagi. Tujuannya tak lain agar usia harapan hidup terus membaik. “Germas harus lebih gencar. Saya lihat rokok juga berpengaruh ya. Soal gaya hidup juga mempengaruhi,” tandasnya.

(rez/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *