Jam Ngamen bakal Dibatasi Empat Jam

by -

Kesal dengan banyaknya pengamen di sudut Kota Bogor? Jangan khawatir. Dinas Sosial (Dinsos) sudah menyiapkan cara untuk menekan jumlah pengamen. Salah satunya dengan membatasi waktu mengamen, khususnya bagi anak-anak kecil yang kerap berkeliaran di jalanan.

Banyaknya anak-anak jalanan yang memilih jalan hidup sebagai pengamen mengundang keprihatinan Dinsos. Untuk itu, Dinsos Kota Bogor memiliki usulan membatasi waktu mengamen per harinya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Siti Nursarah mengatakan, pembatasan ini penting untuk mengendalikan peredarannya. “Kalau kita memiliki usulan, sebaiknya mereka (mengamen, red) tidak lebih dari empat jam. Sisanya digunakan untuk belajar dan berkumpul dengan keluarga. Ini bisa dilakukan jika mengacu pada PP Nomor 31 Tahun 1980 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis,” kata Siti.

Ia pun mengaku tidak setuju jika anak-anak terjun ke jalan untuk mengamen. Namun, di sisi lain dirinya juga tak bisa menutup mata dengan tingginya kebutuhan ekonomi. Keterbatasan biaya kedua orang tua menjadi salah satu faktor yang memaksa anak-anak muda ini melakukan aktivitas mengamen di jalanan. “Kita juga tidak ingin mereka mencari nafkah di Kota Bogor. Tetapi banyak anak juga yang membutuhkan uang jajan hingga mereka terpaksa mengamen,” ucapnya.

Baca Juga  Dinsos Bantu Korban Puting Beliung

Dengan begitu, ia berharap ada partisipasi yang diberikan masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada di Kota Bogor. Salah satunya dengan merekrut dan mengarahkan pengamen-pengamen cilik ini untuk tidak lagi beraktivitas mencari nafkah di jalanan. “Alhamdulillah, itu juga sudah berjalan. Tapi lebih banyak yang berpartisipasi, lebih banyak juga yang bisa dicegah (anak kecil ngamen, red),” ungkapnya.

(rez/b/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.