Prabowo Tantang Jokowi Lagi

by -

METROPOLITAN – Partai Gerindra berencana mendeklarasikan pencalonan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden untuk pemilu 2019 pada bulan ini. “Insyaallah dalam waktu yang pendek, Pak Prabowo akan segera menyampaikan jawaban bahwa beliau memenuhi permintaan kader. Sebelum pilkada Insyaallah,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Muzani menegaskan bahwa Gerindra tidak memiliki calon lain selain Prabowo untuk dicalonkan pada pemilu 2019. Hal itu sekaligus menepis anggapan bahwa Prabowo akan menjadi ‘king maker’ dan tidak maju. “Kami sampaikan hanya nama pak Prabowo, tidak ada calon lain,” kata dia.

Menurut Muzani, koalisi untuk mengusung Prabowo menjadi bakal calon presiden sudah ada. Dengan demikian syarat ambang batas 20 persen pencalonan presiden sudah terpenuhi. “Untuk maju Pak Prabowo harus didukung 112 kursi atau 20 persen, Insyaallah jumlah itu sudah tercapai,” katanya.

Jika merujuk pernyataan Muzani maka Gerindra yang memiliki 73 kursi di parlemen, berpeluang berkoalisi dengan PKS yang memiliki 40 kursi. Dengan total 113 kursi, maka Prabowo telah mengantongi 20,17 persen atau memenuhi syarat ambang batas pencalonan. Nama Prabowo juga disebut sebagai calon kuat penantang Jokowi dalam sejumlah survei.

Survei Poltracking 18 Februari 2018 menunjukkan popularitas Prabowo mencapai 19,8 persen, nomor dua setelah Jokowi yang mencapai 45,4 persen. Sementara, survei Indobarometer 15 Februari 2018 menunjukkan popularitas Jokowi sebagai kandidat calon presiden mencapai 32,7 persen dan Prabowo 19,1 persen. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menambahkan untuk saat ini partainya belum memikirkan calon pendamping Prabowo. Pembahasan itu kata dia dilakukan setelah deklarasi. “Ini menunggu waktu aja, tapi maksimal akhir Maret ini kan kami sudah jelas deklarasi calon presiden dari Gerindra,” kata Dasco.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan partainya masih menunggu keputusan Prabowo untuk mencalonkan diri kembali di 2019. “Kami belum tahu keputusannya. Tapi kalau PKS koalisi dengan Prabowo itu satu kubu,” ujar Hidayat.

(cnn/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *