Senin, Polisi Periksa Operator Grab

by -

METROPOLITAN – Operator Grab kini dalam sorotan pasca terkuaknya pembunuhan marketing cantik Yun Siska Rohani (29) di Cibinong. Pihak kepolisian akan memeriksa pihak Grab Indonesia terkait insiden pembunuhan yang dilakukan salah satu sopirnya.

“Sudah kita panggil pihak provider (Grab Indonesia, red). Untuk Senin panggilannya,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Pemeriksaan pihak Grab dilakukan untuk memastikan apakah Fadli termasuk salah satu mitranya atau bukan. “Iya, itu nanti kita pastikan lagi. Sejak kapan dia jadi driver taksi online di situ,” katanya.

Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar mengaku telah menerima informasi terkait kejadian tersebut. Pihak Grab menyampaikan belasungkawa.

Baca Juga  Begini Cara Kakak Beradik Habisi Nyawa Marketing Cantik

“Grab telah menerima informasi mengenai insiden ini dan kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan kerabat korban,” ungkap Mediko.

Mediko mengatakan, pihaknya masih mencari informasi lebih lanjut terkait peristiwa itu ke aparat kepolisian. “Kami telah menghubungi pihak berwajib untuk mendapatkan detail penyelidikan,” imbuhnya.

Namun, Mediko belum bisa berkomentar ketika ditanya apakah Fadli adalah salah satu mitra GrabCar atau bukan. Grab masih menunggu informasi dari polisi.

“Saat ini kami tidak dapat berkomentar mengenai investigasi yang tengah berlangsung hingga kami mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak berwajib,” terangnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abdi mengatakan, kasus pembunuhan Sisca adalah klimaks atas beragam kasus kekerasan pengemudi taksi online terhadap konsumennya. Menurutnya, kejadian itu jadi peringatan keras terhadap manajerial taksi online.

Baca Juga  Begini Cara Kakak Beradik Habisi Nyawa Marketing Cantik

“Secara manajerial, taksi online belum punya standar keamanan dan keselamatan untuk melindungi konsumennya. Misalnya tidak ada akses telepon call center untuk penanganan pengaduan,” kata Tulus dalam keterangan tertulis.

Tulus mewakili YLKI mendesak Kementerian Perhubungan dan kepolisian untuk bertindak tegas dan konsisten mengimplementasikan Permenhub No 108/2017. Ia bahkan meminta Permenhub itu diperkuat.

“Permenhub itu masih terlalu longgar. Harus dibuat Permenhub yang sejalan dengan misi UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni hak konsumen mendapat keamanan dan keselamatan saat menggunakan taksi online,” pungkasnya.

(de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *