Situ Pemda Terbengkalai

by -

METROPOLITAN – Agenda Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Bogor membenahi Situ Pemda di Kecamatan Cibinong yang mengalami kedangkalan terancam gagal. Tersandungnya niat membenahi Situ Pemda  disebabkan anggran dari pemerintah pusat untuk penataan Situ tak kujung turun.

Kepala bidang Sarana dan Prasarana padan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Bogor, Ajat Jatnika membenarkan Situ Pemda kondisinya dangkal serta tidak terurus. Mengatasi permasalahan situ, Bupati Bogor Nurhayanti sudah mengagas pengembangan Situ Pemda melalui program Situ front City dengan pembiayaan dari Pemerintah pusat.

Kesepakatan tersebut, merupakan hasil koordinasi dengan Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.  Pemkab menawarkan konsep Situ front City sebagai salah satu solusi penampungan air yang mengalir ke wilayah Jakarta.  Sayangnya, Pemerintah pusat hanya menganggarkan Rp 5 miliar, untuk pembangunan fasilitas taman Situ Fron City. Sayangnya dukungan keuangan bagi penataan situ tidak terwujud, walhasil penataan situ terbengkalai.

“Penataan Situ direncanakan tahun depan dengan mengunakan APBN. Tapi, kalau kita mau cepat kita akan lakukan kerja sama dengan pihak ketiga melalui CSR,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menuturkan, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bogor dituntut gencar menata 95 potensi situ di Bumi Tegar Beriman. Salah satu program pembangunan yang digiatkan adalah Cibinong Sity Front City untuk menjadikan awal mula  pengelolaan dan pemanfaatan situ yang baik dan terintegrasi.

Tiga situ ditetapkan dibangun lebih dulu dan menjadi langkah awal pembenahan penataan Cibinong Raya. Ketiga situ itu adalah Situ Cikaret di Kelurahan Harapan Jaya, Situ Cibinong di Kelurahan Tengah dan Situ Kebantenan di Kelurahan Pakansari.

“Program ini menjadi inspirasi pengembangan kota berbasis sumber daya daerah. Bentuk pengembangannya menjadikan kawasan Cibinong Raya sebagai pusat kegiatan wilayah dengan situ yang mencerminkan wajah kota,” jelasnya.

Ia menjelaskan, awalnya Situ di Kabupaten Bogor terdapat 114 situ. Namun setelah ada pemekaran wilayah menjadi Kota Depok dan Kota Bogor, jumlah situ yang dimiliki Kabupaten Bogor berjumlah 95 buah.  Dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya Situ Talagawarna di kawasan Puncak yang muncul secara alami, sisanya merupakan situ buatan pada zaman belanda.

“Mungkin dulu Belanda menyadari betul bahwa agar Jakarta tidak banjir, maka harus dibuat situ-situ di kawasan Bogor,”tukasnya.

 (ads/dik/c)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *