Tolak Penggusuran Warga Rel Kereta

by -

Oleh : Sugeng Teguh Santoso,SH

(Calon Wakil Walikota Bogor 2018)

Rencana pembangunan jalur doubletrack untuk rangkaian kereta Bogor-Sukabumi menyisakan kisah pilu bagi warga Kota Bogor. Bayangkan, ada ribuan keluarga di sepanjang rel kereta yang dipaksa angkat kaki oleh pemerintah. Terlebih, tanah yang ditempati merupakan milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Warga yang telah mengantongi KTP Bogor tak bisa berbuat banyak, selain berharap pada pemimpinnya untuk memberikan kebijakan atas penggusuran sepihak yang dilakukan PT KAI.

Nasib mereka kini benar benar di ujung tanduk. Di tengah himpitan ekonomi, mereka harus dibebani lagi dengan adanya penggusuran lahan yang selama ini jadi tempat berlindung.  Haruskah warga yang hidupnya sudah morat marit dimiskinkan lagi?

Baca Juga  Hotel-Hotel di Sekitar Malioboro Dengan Kolam Renang

Pemerintah daerah tidak bisa tutup mata dengan kasus ini. Penggusuran rumah warga di sepanjang rel kereta tanpa solusi hanya akan menambah jumlah warga miskin di Kota Bogor yang saat ini daya belinya sudah tergolong rendah, yakni Rp20 ribu per hari.

Artinya, dengan penggusuran yang dilakukan PT KAI, maka warga yang kehilangan rumah akan rentan sakit dan otomatis tak lagi sempat memikirkan masalah pendidikan.

Padahal, dua hal itu merupakan kebutuhan dasar yang dijamin undang-undang dan sudah semestinya menjadi tanggungjawab pemerintah kota (Pemkot) Bogor.

Bukan cuma itu saja. Meningkatnya jumlah warga miskin juga akan merembet ke masalah lainnya. Termasuk meningkatnya potensi kriminalitas dan prostitusi akibat jatuh miskinkarena digusur dan tuntutan memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga  Lahannya Mau Digusur, Petani Demo di Tugu Kujang

Lagi lagi pemerintah harus melek terhadap persoalan ini. Khususnya bagi kepala daerah yang memgang kendali atas kebijakan yang dibuat.

Perhatikan saja, dengan APBD Kota Bogor 2018 yang saat in diangka Rp2,26 triliun,  daya beli masyarakatnya saja sudah rendah. Lalu, apa jadinya bila ditambah dengan warga yang dimiskinkan akibat penggusuran tanpa solusi oleh PT KAI?

Oleh karena itu, masalah ini harus dijawab oleh setiap calon walikota. Setiap calon walikota tidak boleh lari dari tantangan masalah warga yang akan jadi korban gusuran PT KAI. Penggusuran warga sepanjang rel kereta adalah bom waktu masalah sosial bagi Kota Bogor.

Kalau saya pemimpin daerah, dalam hal ini calon wakil walikota yang berpasangan dengan Calon Walikota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, maka dengan tegas saya katakan “Tolak Penggsuuran tanpa Solusi Beradab”.

Baca Juga  Kapan Bioskop di Bogor Buka Kembali?

Saya akan berdiri bersama warga yang akan digusur dan memperjuangkan solusi beradab untuk mereka.

Salam Rakyat Berjuang

#bogorbersama #bogorbersihsejahteranyaman #didsts

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.