Waspada Modus ATM Palsu

by -

METROPOLITAN – Di tengah ramai soal kasus kejahatan skimming, modus ATM palsu juga patut diwaspadai. Sebab, pelakunya kerap mengintai korban di sejumlah tempat penarikan uang. Bila tak berhati-hati, anda bisa saja jadi korban atas modus ATM palsu yang hingga kini sindikatnya masih ditelusuri Polresta Bogor Kota.

Modus tukar-menukar ATM palsu berhasil diungkap polisi. Ini menyusul adanya laporan korban yang nyaris uangnya digasak pelaku.

Pelaku penipuan spesialis tukar kartu ATM, Nasrudin (36) dan Daniel (48), dibekuk aparat kepolisian. Keduanya memperdayai korbannya dengan berpura-pura meminjam kartu ATM dengan tujuan membayar atau mentransfer dana zakat atau santunan. Untuk memikat korbannya, kawanan pelaku juga mengiming-iming imbalan sejumlah uang.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal adanya laporan dari korban atas nama Nurbaeti, warga Kota Bogor.

Saat itu, Nurbaeti nyaris jadi korban penipuan modus ATM palsu. Saat itu, korban tengah mengambil uang di ATM yang berada dekat RSUD Kota Bogor. Ketika itu, ada lelaki yang mendekatinya untuk meminta bantuan transfer pembayaran zakat ke nomor rekening tertentu. “Karena diiming-imingi duit imbalan, ibu itu mau menuruti,” ujar Ulung.

Baca Juga  Ungkap Kasus Tewasnya Dua Gadis Bogor, Kapolresta : Dijanjikan Duit, Nyawa Melayang Sehabis Kencan

Namun saat melakukan transaksi, korban berulang kali gagal. Hingga muncul lelaki lain yang mengantre untuk memberi bantuan. Pria tersebut juga gagal ketika coba menolong korban melakukan transfer. “Gagal karena nomornya fiktif. Begitu kartunya keluar, sama dia (pelaku, red) langsung diambil dan diganti pakai ATM palsu,” bebernya.

Beruntung, ketika itu korban sadar hingga akhirnya korban berteriak. “Pelaku pun akhirnya berhasil diringkus,” kata Ulung.

Polresta Bogor Kota pun menyita beberapa barang bukti dari tangan pelaku berupa 20 lembar kartu ATM kedaluwarsa dari berbagai bank. Dari pemeriksaan, kata Ulung, kedua pelaku menipu dengan modus meminjam kartu ATM korban untuk alasan akan membayar sumbangan ke panti asuhan atau yayasan sebesar Rp50 juta.

Baca Juga  Nikahi Janda Rhoma, Vicky Ngutang Mahar

“Agar korban mau, pelaku menjanjikan imbalan sejumlah uang karena sudah baik hati meminjamkan rekening untuk transferkan uang sumbangan. Alasannya, uang Rp50 juta itu berupa tunai, sementara uang yang ada di ATM pelaku tidak cukup untuk mentransfer. Jadi pelaku minta tolong korban untuk transfer ke yayasan. Kalau transfer selesai, uang itu nanti dikasih ke korban sekaligus diberi uang lebih,” jelasnya.

Diimingi imbalan, korban akhirnya mau membantu pelaku dan memasukkan kartu ATM miliknya ke mesin ATM. Ulung menambahkan, saat korban menekan tombol nomor PIN dan jumlah saldo, pelaku mengintip dari belakang korban. “Lalu korban diminta transaksi. Saat itu dibuat seolah-olah transaksi gagal terus, mungkin karena nomor yang dituju juga fiktif,” ujar Ulung.

Ketika kartu ATM tersebut otomatis keluar dari mesin, dengan kecepatan tangan, pelaku lalu menukarnya dengan kartu kedaluwarsa. Namun, Ulung menambahkan, aksi pelaku diketahui korban sehingga keduanya berhasil ditangkap. “Jadi untuk di TKP ini, pelaku belum sempat mengambil uang korban karena sudah keburu ketahuan. Diteriaki, dikejar petugas keamanan, akhirnya ditangkap,” ungkapnya.

Baca Juga  Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Plt Bupati: Jangan Takut Makan Daging Kurban

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto menerangkan, penipuan ini merupakan jenis penipuan modus baru. Dari keterangan kedua pelaku, mereka sudah lima kali melakukan penipuan dengan cara tersebut. “Di Kota Bogor, ini modus baru. Ngakunya mereka biasa beroperasi di daerah Jakarta. Sedangkan di Bogor, pelaku baru ngaku sekali ini. Tapi sebenarnya beberapa kali pernah kejadian juga. Ini yang masih ditelusuri, apakah dengan pelaku yang sama atau nggak,” jelasnya.

Didik melanjutkan, saat ini kepolisian tengah mengembangkan kasus penipuan ini. Mengingat dari keterangan pelaku, puluhan kartu ATM kedaluwarsa itu dibeli di Pasar Pramuka, DKI Jakarta. “Kasusnya masih dikembangkan. Beberapa waktu lalu pun petugas sudah mendatangi tempat penjualan kartu ATM kedaluwarsa ini,” tuntasnya.

(ryn/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *