Bayi El Tewas Dibuntel dalam Tas Kulit

by -

METROPOLITAN – Pembunuhan sadis dilakukan seorang wanita berinisial El (28) asal Kampung Cisaat, RT 04/01, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ia tega membuntel bayinya dalam tas kulit hingga tewas.

Peristiwa itu terungkap pada Rabu (25/4/2018). Saat itu EL membuang sebuah kantong plastik di belakang rumahnya. Aksinya diketahui seorang tetangganya yang curiga dengan gerak-gerik EL ketika membuang plastik tersebut.

Kecurigaan tetangganya tersebut terbukti. Mereka kaget bukan main saat membuka isi plastik yang dibuang EL. “Ketika dibuka, isinya ari-ari bayi yang baru lahir. Warga lalu ramai-ramai melaporkan temuan itu ke RT, kader posyandu dan aparat desa. Mereka nanya ke EL terkait ari-ari itu,” kata Ketua RT 04/02 Cece (55) kepada wartawan di lokasi.

Sebelumnya, EL sempat mengelak. Namun, akhirnya ia mengaku baru saja melahirkan pada Selasa (24/4) dini hari. Ia juga mengaku bayinya dibawa ke Jakarta oleh pasangan lelakinya.

Baca Juga  Bima Arya Sebut Dukungan Demokrat Aman

Seorang pria berinisial AR yang dikenalnya di media sosial Facebook disebut EL sebagai ayah dari bayinya. Kuat dugaan EL malu karena melahirkan anak tanpa suami. Namun, akhirnya EL mengaku bahwa bayinya masih berada di rumahnya. “Akhirnya dia cerita kalau bayinya itu disimpan dalam tas dan disembunyikan di bawah ranjang. Warga kemudian melapor ke polisi,” beber Cece.

Polisi dari Polsek Cicurug Resor Sukabumi pun berdatangan ke lokasi dan mengevakuasi jasad bayi berjenis kelamin laki-laki itu. EL sendiri dibawa ke RSUD Sekarwangi karena lemas.

Cece juga mengaku pernah mencurigai pelaku bahwa tengah hamil. Sebab, ada perubahan fisik pada tubuh pelaku yang mirip wanita hamil. Namun ketika ditanyakan kepada pelaku dan ibunya, IC, mereka sering mengelaknya. “Kami pernah menanyakan (kehamilan, red) tersebut ke anaknya dan ibunya. Tapi ibunya menyebutkan kalau anaknya ini tidak hamil. Ibunya sering bilang kalau anaknya sakit kuning,” jelasnya.

Baca Juga  Nggak Punya Modal, Caleg Dalangi Perampokan

Ia melanjutkan, pelaku tinggal di rumah bersama ibu dan tiga adiknya setelah ayahnya meninggal setahun lalu. Ibunya ini merupakan tulang punggung keluarga dan menggantungkan hidup dengan bekerja di warung nasi. “Saat ini ibunya sudah berada di RSUD Sekarwangi Cibadak,” imbuhnya.

Warga sekitar menyesalkan perbuatan pelaku yang tega menghabisi nyawa anaknya.

“Semestinya kalau tidak mampu mengasuh bayi, di sini juga banyak yang ingin anak,” ungkap Nur, warga sekitar.

(de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *