Lahan Garapan Diserobot, Ngadu ke Presiden

by -

Kepiluan tengah melanda Mansyur Sulaeman (71) petani lahan garapan di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Bukan tanpa alasan, lahan garapan miliknya dengan luas 60 hektare ternyata dikuasai bahkan disertifikatkan salah satu perusahaan. Bukan tanpa usaha untuk kembali memiliki yang menjadi haknya. Mansyur mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan harta bendanya tersebut. Termasuk kepolisian dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, namun hasilnya nihil.

Tak mau putus asa, dirinya berinisiatif mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo lengkap dengan materai 6.000. Di hadapan awak media, dirinya juga memperlihatkan setumpuk kuitansi hasil pembelian serta peta lokasi lahan yang telah disertifikatkan. Pria paruh baya tersebut merupakan anggota Kelompok Tani (Poktan) Famili Tani Sejahtera di Kamung Neglasari.

“Assalamualaikum Pak Jokowi, tolong bantu saya dan warga Cijeruk Kabupaten Bogor. Mohon bantuanya, karena lahan garapan seluas 65 hektare telah disertifikatkan oleh PT Purbaya. Padahal yang 65 hektare belum pernah dijual, tapi sertifikat keluar, dasar apa pembebasan tidak ada, saya mohon keadilanya,” ujarnya seraya membacakan isi surat tersebut.

Ia lalu bercerita bahwa ia telah mengadukan nasibnya ke semua pihak termasuk Polres Bogor dan Pemkab Bogor, namun hingga empat bulan ini belum ada jawaban yang memuaskan. “Kami ini rakyat kecil, mau meminta keadilan kepada siapa lagi kalau bukan pemimpin republik ini. Saya sudah mengadu ke semua pihak termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor namun tidak ada jawaban yang memuaskan,” tutupnya.

(nto/b/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *