Mulai Juni, Lapangan Sempur Ditutup Total

by -

METROPOLITAN – Selama dua bulan, warga Kota Bogor dipastikan tidak bisa menikmati rumput di lapangan Taman Sempur, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Sebab, taman tersebut akan direnovasi pada bagian jogging track dengan anggaran mencapai Rp2,3 miliar. Proyek tersebut kini sudah masuk lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kota Bogor.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Agus Gunawan mengatakan, renovasi jogging track tersebut akan memakan waktu sekitar dua bulan pengerjaan. Jika tidak gagal lelang, pengerjaannya akan dimulai paling lambat awal Juni. “Sudah masuk ULP, jadi kami tinggal menunggu pemenang lelang. Akhir Mei lah sudah ada (pemenang lelang, red). Jadi bisa langsung masuk pengerjaan. Intinya tinggal nunggu dari ULP lah,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Agus menjelaskan, nantinya jogging track lapangan Taman Sempur akan menyerupai lintasan di Taman Gasibu, Kota Bandung. Materialnya menggunakan karet sintetik berwarna biru. “Makan anggaran Rp2,3 miliar, karena memang kan bagus materialnya. Cocok untuk pelari. Kalau yang sekarang mah tidak rekomendasi untuk olahraga lari, rawan cedera. Bahannya hanya dari batu kuarsa,” ucapnya.

Selama pengerjaan, sambung Agus, lapangan rumput Taman Sempur dipastikan tidak bisa dinikmati warga Kota Hujan. Sebab tanpa melewati jogging track, warga tidak bisa ke tengah lapangan rumput Sempur. “Treknya kan lagi diperbaiki, jadi warga tidak bisa ke tengah lah selama dua bulan pengerjaan. Kalau mulai bulan puasa, ya tidak masalah rasanya. Tidak banyak yang olahraga, paling kerasa ya yang mau ngabuburit ke lapangan lah,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat mengaku tidak habis pikir dengan kebijakan tersebut. Buatnya, ketimbang sekadar mempercantik Taman Sempur, anggaran Rp2,3 miliar tersebut bisa dialihkan untuk pos strategis lain.

“Mubazir lah. Harusnya pemkot lihat kebutuhan, bukan cuma keinginan saja. Sudah cukup lah, yang sekarang juga kan sudah bagus. Perbaikin aturannya saja,” ujar Romi, sapaan akrabnya.

Menurutnya, aturan harus diperbaiki. Misalnya seperti pembatasan waktu bermain di lapangan Taman Sempur. Saat ini, kebijakan boleh menginjak rumput hanya empat hari yakni Kamis hingga Minggu. “Harusnya mah kan tiap hari. Itu saja dulu pebaiki. Itu seperti membatasi kebahagiaan masyarakat di ruang terbuka hijau. Sekarang jadi Pemkot Bogor hanya memberikan kebahagiaan warga sepotong-sepotong,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa (Adalbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Rahmat Hidayat menerangkan, baru tiga proyek yang masuk lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Di antaranya pembangunan jogging track Taman Sempur Rp2,1 miliar, renovasi gedung Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Rp1 miliar serta pemeliharaan gedung Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Rp600 Juta. “Ada sekitar 120 paket konstruksi lelang, hingga kini baru masuk tiga proyek,” tuntasnya.

(ryn/b/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *