Simpang Ciawi Hingga Gadog Dikepung Anak Punk

by -

CIAWI – Pertigaan lampu merah Gadog, menjadi tempat yang stratrgis bagi para pedagang asongan,pengemis dan pengamen. Bila lampu merah menyala, mereka akan datang ke pengendara berharap mendapat derma atau imbalan dari hasil ngamen.

Tak terkecuali anak – anak funk ikut memanfaatkan situasi tersebut. Berbekal ukulele dan tepuk tangan dengan lagu seadanya dan suara yang pas – pasan mereka mengadu keberuntungan.Pakaiannya yang terkadang dekil, rambut panjang disemir pirang, tindikan menghiasi telinga, hidung bahkan sampai alis. Tak ketinggalan tato berserakan hampir disekujur badan menjadi ciri khas tersendiri bagi mereka.

Pada umumnya mereka hidup bergerombol,tidak punya tempat tinggal,laki – laki dan perempuan berbaur disekitar pertigaan. Parahnya, mereka masih berusia muda,bahkan dibawah umur.Bukan hanya dipertigaan Gadog,mereka juga sering terlihat di sekitar Seseupan lampu merah Ciawi dan di Pasar Ciawi.

Baca Juga  Presiden Jokowi Bagikan Bantuan di Pasar Ciawi Bogor, Warga Berebut Kaos

Keberadaan mereka terlihat sangat kontras dengan Puncak yang dinobatkan sebagai daerah wisata,Puncak terlihat kumuh,dengan kehadiran anak – anak funk tersebut. “Saya lihatnya geli juga,mau gak dikasih jadi takut,yah akhirnya ngasih juga,” aku wisatawan asal Jakarta, Rani (34).

Hal serupa juga dikatakan pengendara asal Bogor Ridwan (25). Dirinya berharap, keberadaan anak funk bisa ditertibkan petugas. “Sepertinya mereka sering mangkal dipertigaan ini,kayaknya perlu ditertibkan,kawasan Gadog jadi terlihat kumuh,” sesal dia. Dari pengakuan salah seorang anak Funk Guntur (17). Kegiatan itu dilakukannya hanya untuk mengisi kekosongan waktu. “Kalau ngamen paling dapat Rp30 ribu, lumayan saja buat beli kopi sama rokok,” akunya.

(ash/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *