Tiap Kencani Om-om, Alasan ke Ibu Kerja Kelompok

by -

AM (16) siswi SMK salah satu sekolah swasta di Bogor tak bisa lagi berkutik. Ia hanya bisa menutupi wajahnya dengan kain saat petugas menggiringnya dari Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Bojonggede. Karena terdesak kebutuhan untuk membiayai pengobatan ibunya, AM terjebak di dunia prostitusi.

Motif ekonomi masih menjadi biang keladi berbagai persoalan. Termasuk alasan sejumlah anak di bawah umur terjerumus jadi pemandu lagu untuk menemani lelaki hidung belang. Ini pula yang dilakukan AM yang rela jadi teman kencan om-om demi membiayai pengobatan ibunya yang menderita kanker. Kerja kelompok menjadi alasan AM setiap kali keluar dari rumah untuk menjalani profesi sampingan itu.

Baca Juga  Lahan Bomang Dicaplok, Pemkab Bogor Gigit Jari

Aksi tersebut terbongkar saat Polresta Depok menggerebek sebuah tempat karaoke di wilayah Bojonggede, Bogor. Selain AM, polisi juga mengamankan tiga perempuan di bawah umur lainnya yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu bersama seorang muncikari bernama Evie (56).

Pengakuan AM, dirinya terjerumus lantaran iming-iming penghasilan besar seperti yang yang dinformasikan teman-temannya. Atas dasar itu, pelajar kelas dua SMK swasta di Bogor ini rela menemani pria hidung belang menyanyi dan minum sejak pukul 20:00-02:00 WIB. “Kadang suka dikasih tip di luar biaya yang telah ditetapkan Rp100 ribu per orang,” tutur AM.

Ia mengaku uang hasil pekerjaannya tersebut digunakan untuk tambahan biaya sang ibu yang sedang terbaring di rumah sakit di daerah Bogor akibat kanker rahim. Selama bekerja, AM juga selalu kucing-kucingan dengan sang ibu, dengan berdalih akan mengerjakan tugas kelompok di luar. “Ibu sedang drop sakit kanker rahim dan lagi butuh biaya banyak buat operasi. Ibu tidak tahu. Kalau keluar, saya diam-diam alasan ada kerja kelompok atau mau nginap di rumah teman,” ungkapnya.

Baca Juga  Kesenggol Motor, Terlindas Bus

Informasi tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro. Ia menjelaskan, keempat remaja yang menjadi korban ekploitasi anak dengan bekerja sebagai pemandu karaoke ini karena masalah ekonomi. “Mereka bekerja ada yang baru enam bulan hingga satu tahun. Muncikari merekrut remaja di bawah umur berasal dari Depok dan Bogor,” kata Bintoro.

Sementara modus muncikari menjerat korbannya dengan cara memberi iming-iming besar yang disebarluaskan dari mulut ke mulut. Bintoro mengaku akan memberi hukuman berat kepada sang muncikari. “Pelaku kita kenakan Undang-Undang eksploitasi terhadap anak yaitu sesuai Pasal 88 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” tandasnya.

(fin/b/de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.