Dinas Koperasi dan UMKM Siap Tata PKL

by -

METROPOLITAN – Menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Dewi Sartika dan Pasar Kebonkembang, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah menjadi salah satu Pekerjaan Rumah (PR) besar yang belum bisa diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor memegang peranan dalam menyosialisasikan penataan dan penertiban PKL Dewi Sartika. Tercatat, ada 366 PKL yang bakal direlokasi ke Blok A dan B Pasar Kebonkembang dengan kemudahan biaya sewa.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas Rasmana mengatakan, dari data yang ada, PKL di sepanjang jalan Dewi Sartika ada 90 pedagang pakaian tekstil, 93 PKL elektronik dan handphone, 120 PKL sepatu sendal, dan 63 PKL campuran. Total ada 366 PKL yang terdata, sedangkan kios yang tersedia berjumlah 414. Dengan surplus kios tersebut, otomatis tidak ada PKL terdata yang tidak akan kebagian kios.

Baca Juga  Sambut Siswa Baru, Ingin Kesan Baik Sejak Awal

Skema penataan PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Dewi Sartika, ke Blok A dan B Pasar Kebonkembang, dengan opsi biaya sewa kios rata-rata Rp20 juta permeter kepada PT. Javana, jauh dari harga yang ada sebelumnya. Secara matematis, nantinya para PKL hanya perlu membayar biaya Rp 1 juta perbulannya, selama lima tahun, Ditambah biaya listirk dan pemeliharaan dari PD Pasar Pakuan Jaya, jadi total pembayaran sekitar Rp1,5 juta saja,” katanya kepada Metropolitan, belum lama ini.

Hingga kini, sosialiasi terus dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM, sejak Senin (28/5) lalu hingga 3 Juni mendatang. Sedangkan opsi tenggat pemindahan para pedagan masih terus digodok, yang pasti setelah Lebaran, yakni antara sebelum atau sesudah Pilkada Wali Kota.

Baca Juga  PKL Sebut Ada Oknum Bermain di Pasar Kebonkembang, Atty Somaddikarya : Akan Kami Cari dan Tindak Tegas

Pertimbangan politis menjadi yang utama, efektif setelah Lebaran. Sosialisasi sudah lebih lima kali ketemu koordinator PKL. Secara umum memang pedagang tidak mau pindah. Kan sudah masuk zona nyaman. Tetapi ini untuk warga Kota Bogor secara keseluruhan, apalagi jalur ini jadi alternatif Sistem Satu Arah (SSA) yang harus lancar dan steri dari PKL ataupun kemacetan,” ucapnya.

Anas menambahkan, jumlah sewa kios Blok A pun sudah mengedepankan asas seminimal mungkin. Sebab, awalnya harga sewa di Blok A dihargai hampir Rp50 juta permeter. Setelah Dinas Koperasi dan UMKM melakukan negoisasi sedemikian rupa dengan PT Javana, sebagai pemilik Blok A. Hingga setuju di angka Rp20 juta permeter. “Misal ada empat meter, jadi Rp80 juta. DP-nya 20 persen, sisa dari itu kan Rp60 jutaan, dibagi lima tahun, ya satu jutaan. Yang Rp500 ribu mah kan listrik dan perawatan dari PD PPJ, masuk akal lah,” tandasnya.

Baca Juga  Keukeuh Ogah Pindah, PKL Pasar Kebonkembang Gerudug Gedung Dewan

(ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.