Hati-hati! Perumahan Acropolis Cibinong Rawan Maling

by -

METROPOLITAN – Jelang Ramadan, meroketnya harga kebutuhan pangan menyebabkan tingginya angka kriminilitas. Apes menimpa warga Komplek Perumahan Acropolis, Blok KS 15 RT 05/18, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kejadian diduga terjadi waktu Subuh. Saat itu korban bersama empat rekan lainnya, sedang asyik bercengkrama hingga larut pagi.

Sekitar pukul 03.00 WIB pemilik rumah mulai terlelap. Motor Suzuki Satria FU bernopol F 4503 JN raib digondol kawanan pencuri. Padahal posisi rumah tidak jauh dari pos penjaga keamaanan komplek. Pencuri diduga menerobos masuk melalui garasi mobil yang saat itu dalam keadaan terkunci rapat. “Saat itu saya dengan empat rekan saya sedang begadang, sekitar pukul tiga kami mulai tidur. Saya mengira komplek ini aman dari tindak kejahatan, karna Acropolis itu kan perumahan besar. Eh nggak taunya motor saya malah hilang, mendekati waktu subuh lagi hilangnya,” tutur korban pencurian Yogi Faisal.

Baca Juga  Jelang Lebaran saat Pandemi, PKS Kota Bogor Tebar 4.000 Bingkisan

Di tempat yang sama, salah satu rekan korban Wahyu Irawan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, nama perumahan besar tak menjamin kualitas keamanan. “Saya kaget juga ketika tahu motor rekan saya hilang, apa lagi posisinya hampir mendekati waktu subuh. Saat itu kita berlima dalam keadaan begadang,” cutusnya.

Terpisah, Ketua RT 05/18 Bakrie mengaku, tindak kejahatan memang kerap kali terjadi di Perumahan Acropolis, terutama mendekati Ramadhn. Bahkan tak hanya warganya, warga lain juga kerap kali merasakan hal yang sama. Ia juga mengakui, kurang bertanggung jawabnya petugas keamanan, juga merupakan salah satu faktor penyebab maraknya tindak pencurian di daerah tersebut. “Total warga saya ada sekitar 120 kepala keluarga (KK), warga kami merupakan yang paling banyak di Perumahan ini. Saya juga nggak tau kenapa, beberapa kali kejadian kehilangan pasti satpam yang bertugas itu pak Haris. Kalau pak Kardi emang suka keliling, tapi Pak Haris sering tidur dia mah,” jelas Bakrie saat disambangi korban di kediamannya.

Baca Juga  Polisi Dalami Ranmor di Parungpanjang

Lanjut Bakrie, minimnya petugas keamaan yang berjaga dinilai merupakan faktor lain lemahnya penjagaan di wiliyahnya. “Dari 120 KK yang ada, kita hanya punya dua penjaga, satu bertugas di malam hari, satu lainnya pada siang hari,” pungkasnya.

(ogi/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.