Imigrasi Mataram Jadi Percontohan Nasional

by -

METROPOLITAN – Kantor Imigrasi Kelas I A Mataram membuat inovasi baru dalam melayani pembuatan paspor. Mereka menerbitkan layanan berdimensi ramah HAM. Layanan tersebut memberikan kenyamanan kepada penyandang disabilitas, ibu hamil, menyusui, lansia, dan anak-anak yang ingin membuat paspor.

Inovasi itu membuat Kantor Imigrasi Mataram dinobatkan sebagai layanan nomor satu nasional. Layanan itu dirasakan langsung Koordinator Staf Khusus Wakil Presiden RI HM Alwi Hamu saat berkunjung kemarin (16/5).

Alwi bersama rombongan yang tiba sekitar pukul 09.00 Wita langsung berinteraksi dengan warga negara asing yang mengurus visa. ”Katanya, pelayanan di sini bagus, ramah, dan cepat,” kata Alwi usai berbicara dengan warga negara asing didampingi Kakanwil Kemenkumham NTB Sevial Akmili, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda NTB Hj Hartina, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I A Mataram Dudi Iskandar.

Alwi kemudian mellihat kondisi pelayanan berdimensi ramah HAM. Dia memulai langkahnya mengunjungi tempat pelayanan pembuatan paspor bagi penyandang disabilitas. Selanjutnya, ke area ramah anak, tempat ibu menyusui, dan ruang media.

Alwi mengatakan, pelayanan yang disuguhkan Kantor Imigrasi Mataram memang sangat baik. Menurutnya, ini patut ditiru seluruh Kantor Imigirasi di Indonesia. ”Ini terobosan baru dan perlu dicontoh. Saya akan laporkan hasil kunjungan saya ke Wapres,” kata dia di ruang jumpa pers Kantor Imigrasi Kelas I A Mataram.

Dia mengaku sudah mengunjungi sejumlah Kantor Imigrasi di Indonesia. Namun, baru di Mataram yang menyuguhkan pelayanan seperti itu. Memberikan pelayanan maksimal bagi pembuat paspor. “Ini akan coba kita tekan untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” kata dia.

Selama ini, pelayanan pembuatan paspor sangat lama dan menjenuhkan. Itu disebabkan antrean yang panjang. Tapi, dengan adanya inovasi tersebut para pengunjung bisa merasakan kenyamanan tanpa harus berjubel. ”Apalagi di sini disediakan tempat karaoke. Ya, jelaslah jenuh akan hilang,” bebernya.

Pelayanan yang baik menjadi tonggak untuk mendatangkan wisatawan dari luar.  Apalagi, saat ini NTB menjadi salah satu destinasi wisata nasional yang sedang naik daun. “Sekarang orang jenuh ke Bali. Mereka malah ingin ke NTB,” jelasnya.

Sekarang pelayanan imigrasi di Bali sangat menjenuhkan. Banyak wisatawan yang komplain karena pelayanannya yang lama. ”Nah, kalau Imigrasi Mataram berikan terobosan baru ini menjadi salah satu nilai tambah untuk mendatangkan wisatawan,” kata dia.

Kakanwil Kemenkumham NTB Sevial Akmili mengatakan, penguatan pelayanan di Imigrasi akan terus didorong. Langkah itu untuk memajukan pariwisata NTB. ”Kalau dulu orang yang berkunjung ke imigrasi berjubel. Sekarang bisa terurai dengan adanya inovasi ini,” kata Sevial.

Inovasi  yang dilakukan Imigrasi itu sejalan dengan upaya pemerintah menuju good governance. Sehinga HAM dijadikan sebagai standardisasi untuk melayani publik. ”Ini terobosan baru yang sangat hebat. Harus kita kembangkan lagi,” kata dia.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda NTB Hj Hartina puas dengan terobosan tersebut. Itu akan menjadi pelajaran bagi Pemprov NTB untuk mengembangkan inovasi itu di masing-masing SKPD. ”Ini contoh yang harus ditiru,” kata Hartina.

Pemprov NTB akan mensuport  Imigrasi untuk terus mengembangkan inovasinya. Mengingat dengan adanya inovasi itu secara tidak langsung memiliki multiplier efek yang sangat besar. ”Imigrasi sebagai pintu masuk awal wisatawan harus memberikan kesan yang baik sehingga mereka bisa betah di NTB,” kata dia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I A Mataram Dudi Iskandar mengatakan, mereka ingin melihat para pengunjung merasa nyaman. Dudi dan jajarannya pun harus memutar kepala untuk menemukan ide itu. “Saya coba rancang dan mengubah beberapa tempat. Syukur, hasilnya cukup maksimal,” kata Dudi.

Dengan dibuat itu semua, ada 453 lansia dan  penyandang disabilitas yang telah membuat paspor. Biasanya, mereka enggan mau datang  membuat paspor. ”Kita di sini juga berikan pijat gratis bagi lansia,” ungkapnya.

Sedangkan bagi penyandang tunanetra disediakan buku khusus dengan huruf Braille. Buku tersebut memberikan informasi kepada mereka untuk mengetahui apa saja yang diperlukan untuk membuat paspor. ”Buku itu kita buat bersama dengan salah satu komunitas penyandang tunanetra,” ujarnya.

Melalui pelayanan itu, penyandang tunanetra tidak lagi dibohongi oleh para calo. “Jadi, jangan takut datang ke Imigrasi. Ada petugas kami yang akan menunggu di depan dan mengarahkan Anda,” pungkasnya.

SUMBER : lombokpost.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *