Karena Gaya Hidup, Aku Selingkuh Dengan Atasanku

by -

Sebut saja namaku Riska. Aku seorang istri dan juga wanita karir yang bekerja di salah satu instansi pemerintah di Sumatera. Sementara suamiku bekerja di salah satu BUMN. Secara ekonomi sebenarnya kami bisa dibilang cukup, namun gaya hidup terkadang membuat segalanya menjadi terasa kurang.

Aku dan suami telah dianugerahi seorang putra dan seorang putri yang pintar dan cakep-cakep. Kelihatan indah dan sempurna dari luar, tapi dari dalam, semuanya aku rusak karena perbuatanku sendiri.

Kisah ini bermula ketika suamiku dipindahtugaskan ke Ibukota. Anak-anak tetap tinggal bersamaku. Ada perasaan sedih karena harus berpisah jauh dari suami, tapi entah mengapa, di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, ada juga muncul perasaan senang. Saat itu aku tak tau mengapa.

Baca Juga  Cinta Terlarangku Ketahuan Bunda (5)

Seiring berjalannya waktu, baru aku sadar mengapa perasaan senang itu ada. Sesaat sebelum suamiku pindah tugas, aku telah dekat dengan atasanku sendiri. Sebut saja Andi. Dia adalah seorang laki-laki yang sudah dewasa secara usia. Namun masih belum menikah.

Semua berawal dari komunikasi masalah pekerjaan, akhirnya berlanjut ke masalah pribadi dan hal-hal sensitif. Setiap saat selalu terjalin chit chat via Whatsapp sekedar membicarakan kegiatan apa hari ini, sedang apa, udah makan apa belum dan seterusnya. Bahkan saat makan dengan teman atau apapun kegiatanku aku sempatkan untuk mengirimkan foto kepadanya. Hal ini berlanjut terus hingga beberapa bulan.

Rasa sepi mulai membuatku hilang akal. Hingga akhirnya aku mengajaknya untuk melakukan hubungan badan. Yaa.. Aku yang mengajaknya duluan. Namun ‘sialnya’ saat itu Andi menolaknya.

Baca Juga  Aku Mengkhianati Suamiku Setelah Mengenal Facebook (2)

Aku tau itu cuma trik lelaki untuk menunjukkan kalau sebenarnya dia adalah cowok baik-baik. Atau jika terjadi sesuatu, dia tidak mau disalahkan, alasannya karena sebenarnya dia tidak mau. Takut dosa? Tidak mungkin. Karena aku tau dia bukan cowok alim. Sholat saja tidak pernah.

Sumber: kisahnyata.org

Leave a Reply

Your email address will not be published.