Kemana PD PPPJ?

by -

METROPOLITAN – Menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Pasar Kebonkembang, mulai dari Jalan Dewi Sartika hingga Jalan MA Salmun hingga kini masih jadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Di hari kesembilan Ramadan tahun ini, PKL musiman mulai menjamur, terlebih di depan Blok F yang sedianya digunakan sebagai parkir dan bongkar muat. Alhasil, Jalan Dewi Sartika semakin krodit dan macet parah. Hal itu pun dikeluhakan para pedagang Blok F, yang merasa kehadiran PKL musiman persis di depan gedung itu menurunkan omset mereka. “Yang beli mau ke sini saja susah parkir karena terhalang PKL musiman itu. Otomatis pendapatan juga menurun, terasa sekali. Apalagi mendekati pertengahan puasa, ini makin banyak, kemana PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) sebagai pengelola?” kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Blok F, Edy Junaedi saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Apalagi, kaitan dengan revitalisasi gedung Blok F, memaksa pedagang harus mengisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang sudah dibangun di koridor Blok F dan B. Sejatinya, pedagang Blok F ingin TPS di Jalan Dewi Sartika, persis lokasi yang kini banyak diisi PKL musiman. Namun keinginan itu urung dikabulkan Pemkot Bogor. “Ini kan aneh. Kami minta TPS di depan gedung, Jalan Dewi Sartika, malah tidak dikabulkan. Sekarang malah diisi PKL musiman, nah kenapa bukan kami saja yang isi? Jadikan TPS seperti saran kami. Kami jelas pedagang eksisting yang punya administrasi jualan lengkap,” ucapnya.

Baca Juga  Baru Pembongkaran Sudah Molor

Pihaknya mengaku sangat terganggu dengan keberadaan PKL musiman yang membuat kondisi sekitar Blok F menjadi kumuh dam makin krodit. “Karena lahan parkir untuk kami ya dipake PKL. Omset kami pun statis, padahal Ramadan dimana kami harusnya dapat untung. Dimana PD PPJ yang terkesan mengabaikan ini semua?” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Pakuan Jaya Andri Latief Mansjoer mengatakan, pihaknya tidak pernah setuju apalagi memberikan izin soal PKL musiman yang berada di sekitaran Pasar Kebonkembang. Rencananya tetap akan memindahkan PKL untuk relokasi ke Blok A Pasar Kebonkembang. Menurutnya, urusan penataan PKL ada di Dinas Koperasi dan UMKM, sedangkan untuk penindakan jadi kewajiban Satpol PP. “Sampai saat ini belum pernah ada pihak yang resmi meminta izin untuk PKL musiman, kalau ilegal ya tindak. Kami pastikan juga tidak ada pungutan liar untuk PKL-PKL itu, kalau ada boleh laporkan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga  PKL Blok F nggak Kebagian TPS

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor Priatna Syamsa mengaku sudah tidak mengeluarkan izin apapun terkait rekomendasi PKL. Apalagi, pihaknya mengaku sudah disurati PD PPJ agar tidak mengeluarkan izin PKL tambahan atau musiman mengadakan kegiatan di Jalan Dewi Sartika jelang Ramadan dan Lebaran. “Penataan PKL ada di kami. Nah, yng ada di daftar kami 366 PKL eksisting. Kalau sekarang bertambah, itu bukan rekomendasi kami, itu bisa dikategorikan musiman, bisa disebut ilegal lah. Artinya ya kalau mau steril harus ditindak. Tindakan eksekusi ada di Satpol PP,” terangnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi tidak menampik adanya siklus PKL musiman pada Ramadan dan jelang Lebaran. Antisipasi pun sudah dilakukan dengan memasang garis pembatas PKL dan penambahan personel di lapangan. “Kami akui tidak semua tercover, masih banyak yang membandel. Memang harus tambah personel gabungan bersama kepolisian untuk berjaga di lokasi,” ujarnya.

Baca Juga  Buntut Demo di Balai Kota Bogor, PPPJ Masih Sulit Dorong PKL Masuk Pasar, Dirut : Kami Terus Pendekatan

Khusus untuk PKL depan gedung Blok F, pihaknya bersama Dinas Koperasi dan UMKM serta PD PPJ akan melakukan pengecekan guna membersihkan PKL musiman yang tidak terekomendasi Dinas UMKM. “Untuk yang depan Blok F, nanti Senin akan dicek kembali bersama dengan Dinas UMKM dan PD Pasar,” tutupnya.

(ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.