Omset Meroket Sampai Rp 12 Miliar

by -296 views

METROPOLITAN – Bulan ramdan memang membawa keuntungan yang melimpah bagi para pengusaha kuliner. Hal itu karena banyak tren buka bersama di Bogor masih banyak dilakukan, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja ataupun keluarga, sehingga setiap harinya resto atau kafe selalu penuh terisi.

Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay menuturkan, kenaikan jumlah omset yang didapatkan di resto dan kafe di Kota Bogor tahun 2017 mencapai Rp10 milyar sampai Rp.12 milyar. Sedangkan untuk tahun 2018 dihari ke 10 sudah mencapai Rp8 miliar Rp10 milyar. “Tidak menutup kemungkinan onset yang didapatkan akan kembali meningkat, terlebih masih ada waktu kurang lebih 20 hari berbuasa,” ujarnya kepada Metropolitan.

Baca Juga  Ayam Geprek Gledek, Penggugah Selera

Peningkatan jumlah omset disejumlah resto di Kota Bogor, menurut Yuno karena Kota Bogor menjadi tujuan mayasrakat Bogor, mulai dari warga Kabupaten ataupun para wisatawan yang sedang berada di Bogor. Sehingga jumlah pengujung ataupun omset semakin meningkat. “Karena Kota Bogor sudah cukup terkenal dengan kota kuliner, jadi banyak orang yang sengaja mencari makan disini, (Kota Bogor, red),” kata dia.

Peningkatan serupa terjadi di salah satu tempat makan yang menjadi favorit di Kota Bogor, yaitu Hunger Pool kafe. Supervisor Hunger Pool Dicky Octaviangga menuturkan, kenaikan jumlah pengunjung mecapai 50% dibanding hari biasa. Hal tersebut berdampak kepada omset kafenya. “Untuk peningkatan omset di Hunger Pool ini cukup tinggi. Di bulan lalu mencapai Rp21 juta dan untuk bulan ini mencapai Rp32 juta sampai Rp33 juta. Mungkin akan mengalami kenaikan lagi, karena ini baru dihari ke 10,” paparnya.

Reservasi yang terjadi di Hunger Pool cukup padat, menurut Dicky disetiap harinya selalu banyak pengunjung yang booking Hunger Pool untuk berbuka puasa. Dibulan ramadan, pengunjung Hunger Pool sendiri mencapai 50-70 pengunjung perharinya.

Baca Juga  Jalan Ditutup, Perekonomian Warga Nyaris Lumpuh

Sementara itu, Ketua Penelitian dan Pengembangan PHRI Kabupaten Bogor Sofyan Ginting mengatakan, sedikitnya terdapat 70 resto atau kafe yang tercaat oleh PHRI Kabupaten Bogor. Peningkatan omset yang didapatkan oleh resto atau kafe di Kabupaten Bogor memang cukup signifikan. “Ditahun 2017 untuk satu resto saja mendapatkan keuntungan mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta perhari. Untuk di tahun 2018 ini, kenaikan omset bisa mencapai 10% hingga 15% dari jumlah pendapatan,” pungkasnya.

(cr1/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *