Prioritaskan Pengangkatan CPNS Guru Dari Honorer

by -

 

METROPOLITAN – Jumlah guru honorer yang ada di Kota Sukabumi mencapai sebanyak 2.226 orang. Para guru tersebut mengajar di tingkatan SD dan SMP. Dari jumlah tersebut, hanya 198 orang yang diangkat menjadi tenaga harian lepas (THL) Pemkot Sukabumi. Sementara sebagian besar lainnya mengandalkan gaji dari dana BOS. “Di mana penghasilan mereka masih minim berkisar Rp 200 hingga Rp 300 ribu per bulan,” kata Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Sukabumi Heriyanto kepada wartawan, kemarin.

Menurut Heriyanto, para guru honorer ini berharap agar ada kebijakan pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Informasi yang diperolehnya ada kebijakan pengangkatan CPNS untuk Sukabumi sebanyak 100. Namun pengangkatan CPNS pun belum jelas karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Selain itu para guru honorer juga belum mendapatkan kepastian berapa persen kuota PNS untuk para guru.

Baca Juga  Tiang Listrik di Jalan Desa Neglasari Miring dan Nyaris Ambruk

Heriyanto berharap pengangkatan CPNS dari kalangan guru dapat diprioritaskan. Sebab saat ini banyak sekolah yang membutuhkan guru dan saat ini mengandalkan guru honorer dengan gaji minim.

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz disela-sela peringatan hari pendidikan nasional beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Kota Sukabumi kekurangan banyak guru PNS. Bicara mau menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, maka guru PNS yang pensiun harus segera diganti oleh pemerintah pusat.

Guru PNS yang pensiun di Sukabumi rata-rata sebanyak 80 hingga 100 orang per tahun dan belum tergantikan sejak 13 tahun lalu. Sehingga guru PNS yang memasuki masa pensiun selama 13 tahun sebanyak 1.040 orang atau bahkan lebih.

Baca Juga  Ribuan Anggota PAMMI Bakal Turun Ke Jalan

Kekurangan guru PNS ini disikapi kepala sekolah dengan mengangkat guru honorer. Saat ini hampir setiap sekolah mengandalkan guru honorer yang hanya digaji sebesar Rp200 hingga Rp300 ribu per bulan.

(rig/rep/ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.