Puluhan Tahun Lumpuh, Jembatan Leuwipariuk Diperbaiki Komunitas

by -

METROPOLITAN  –  Jembatan Leuwipariuk, penghubung lima kampung di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin akhirnya dibangun kembali. Tanpa menggunakan dana pemerintah, jembatan yang berbahaya itu dibangun Komunitas Peduli Infrastruktur Pedesaan (KPIP).

Kepala Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Haer Suhermansyah, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan Leuwipariuk jika mengandalkan dana dari pemerintah harus menunggu waktu cukup lama. Akhirnya, komunitas peduli infrastruktur pedesaan dari Jakarta menawarkan perbaikan jembatan itu.

“Alhamdulilah, tanpa menggunakan dana dari pemerintah masih ada komunitas yang peduli. Sekarang jembatan itu sudah mulai pada tahap pengerjaan,” jelasnya wartawan, belum lama ini.

Jembatan Leuwipariuk, cerita Haer, tidak mendapat perbaikan selama 27 tahun silam. Akses utama masyarakat dilima kampung itu pun lumpuh. Hal tersebut karena besi penyangga jembatan rusak dan berbahaya untuk dilalui. “Meterial besi dan kawat jembatan sudah pada rusak, selama ini warga berinisiatif memperbaiki dengan bambu, namun hanya bisa dilewati satu orang saja,” terangnya.

Sebelumnya, warga dan anak-anak yang berangkat sekolah terpaksa melintas sungai untuk menyebrang. Selain itu, kerusakan jembatan itu telah dirinya laporkan baik kepada kecamatan, maupun kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Yang cukup bahaya itu anak-anak yang pulang-pergi sekolah dan terpaksa melintasi sungai, jika air sedang meluap mereka tidak sekolah,” bebernya.

Sementara itu, Asep Saepudin (47), warga sekitar mengaku berterimakasih atas perbaikan jembatan yang dilakukan komunitas itu. Menurutnya, selama ini warga dihantui ketakutan saat melintas jembatan. “Warga tentunya berterimakasih kepada semua pihak yang membantu perbaikan jembatan Leuwipariuk, terutama kepada komunitas peduli infrastruktur pedesaan,” ucapnya.

(cr15/rs/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *