Puluhan Warga Ontrog Kantor PLN

by -

CIBUNGBULANG – Puluhan warga yang tergabung dalam organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laki mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Leuwiliang. Kehadiran mereka untuk meminta PLN menindak tegas pencurian listrik yang terjadi di peternakan ayam milik Haji Ade, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Pada aksi tersebut, mereka meminta Manajer PLN melakukan pembersihan oknum pegawai yang nakal dan diduga melakukan tindak korupsi. Ia juga meminta PLN jangan tebang pilih dalam menegakkan aturan. “Jangan hanya orang miskin saja yang ditindak PLN, tetapi perusahaan atau orang kaya juga harus ditindak sesuai aturan, jangan sampai terkesan ada pembiaran oleh pihak PLN,” ucap koordinator aksi Zaenal Arifin kepada Metropolitan, kemarin.

Zaenal mengatakan, jangan sampai pihak Manajer PLN pura-pura tidak mengetahui dan tutup mata dengan permasalahan yang terjadi selama ini. Ini sudah nyata ada pelanggaran pencurian listrik negara, kenapa dibiarkan saja dan tidak ada tindakan dari pihak manajemen PLN?

Baca Juga  Empat Rumah Warga Bunar Tergerus Longsor

Ia menilai kenapa hanya pembenahan saja yang dilakukan pihak PLN dan seharusnya pemilik peternakan ayam ini ditindak dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Bukan dibiarkan hanya melakukan pembenahan saja. Ada apa sebenarnya dengan pihak PLN?

“Kami menduga ada oknum PLN yang bermain dengan pemilik peternakan. Kami LSM Laki akan terus mengawal tindakan tegas dari PLN, jangan sampai ada pembiaran. Kalau hari ini (kemarin, red) tidak ada jawaban dari pihak Manajer PLN, besok kami akan datang kembali ke kantor PLN ini dengan kekuatan yang lebih besar lagi,” ancamnya.

Sementara perwakilan Manajer PLN Rayon Leuwiliang Baginda saat dikonfirmasi mengatakan, pihak PLN sudah melakukan pengecekan ke lokasi peternakan ayam milik Haji Ade di Desa Leuwibatu Rumpin, namun tidak menemukan adanya pemakaian di luar ketentuan atau pencurian listrik yang telah dilaporkan pihak LSM tersebut.

Baca Juga  SMK Pesona Dywantara Gondol Medali Di Peran Saka Jabar

“Adapun listrik yang digunakan saat ini adalah terdaftar di kantor PLN Rayon Leuwiliang. Izin sementara terdaftar dari mulai 19 April sampai 18 Mei 2018. Jadi tidak ada indikasi pencurian listrik yang diduga pemilik ternak ayam. Saya pastikan pemakaian listrik di perusahaan ternak ayam itu legal. Dan saat ini pemilik peternakan sudah mendaftarkan pemasangan listrik ke kantor PLN dengan paten. Saat ini masih dalam proses pemasangannya,” pungkasnya.

(khr/b/sal/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *