Tergerus Zaman, Tradisi ‘Ngadulag’ Hampir Punah

by -

CIAWI – Tradisi menabuh beduk (ngadulag) menjelang buka puasa,yang dilakukan oleh anak – anak kini sudah memudar. Saat ini sudah jarang atau bahkan tidak ada sama sekali.

Padahal hal tersebut adalah budaya yang sejak dulu diwariskan secara turun temurun. Budaya yang dulu pernah diajarkan oleh nenek moyang kian hari kian terkikis bahkan hilang ditelan zaman. Perkembangan teknologi menjadi penyebab utama, anak – anak kecil hari ini tak lagi bermain bersama. Mereka asyik dengan mainan mereka sendiri, sehingga kepekaan sosial terus menipis.

Jari – jari mereka lebih lincah bermain gadget ketimbang bermain beduk untuk menunggu buka puasa. Kesalehan sosial lewat berkumpul dan bermain bersama semakin terpuruk. Hal itu memdapat perhatian Budayawan Asal Ciawi Andi (45). Menurutnya tradisi ‘ngadulag’ sebenarnya menanamkan nilai – nilai sosial yang tinggi. Anak – anak diharuskan bermain bersama dan kebanyakan dilakukan di masjid – masjid.

“Sekarang permainan itu sudah amat jarang,bahkan mungkin tidak ada,padahal tradisi tersebut sangat baik untuk hubungan sosial dan interaksi anak – anak dengan teman sebayanya,” ungkap Andi. Dia juga mengatakan,budaya itu perlu dihidupkan kembali,karena masuk dalam khasanah kekayaan budaya bangsa. “Perlu ada upaya untuk menghidupkan kembali tradisi ngadulag,semisal dengan adanya festival pukul beduk,” tutupnya.

(ash/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *