11 Perwakilan Indonesia Rumuskan Pengembangan Geopark

by -119 views

 

Konferensi Nasional Goeopark Indonesia pertama dengan kolaborasi empat kementerian resmi digelar di Auditorium Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/7). Konferensi yang fokus membahas sinergisitas untuk mengembangkan Geopark Indonesia tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Direktur Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Tidak ketinggalan Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono, juga turut hadir dalam acara tersebut.

Subag Humas Setda Kabupaten Sukabumi, Herdi Somantri, dalam siaran persnya mengatakan bahwa 11 perwakilan Geopark Indonesia datang untuk turut merumuskan pengembangan Geopark untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan serta pelestarian lingkungan. Ke-11 Geoparks Indonesia itu antara lain Unesco Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Unesco Global Geopark Rinjani. Unesco Global Geopark Gunung Sewu. Unesco Global Geopark Batur. Geoprak Nasional Pulau Belitong. Geoprak Nasional Raja Ampat. Geoprak Nasional Tambora. Geoprak Nasional Bojonegoro. Geoprak Nasional Merangin Jambi. Geoprak Nasional Mares Pangkep dan terakhir Geoprak Nasional Kaldera Toba.

Dikatakan Herdi, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim, Safri Burhanudin saat diacara tersebut menyampaikan bahwa perkembangan Geopark di Indonesia termasuk perkembangan paling pesat di dunia bahkan di Asia Tenggara. “Indonesia punya empat Geopark tingkat dunia yang masuk Unesco Global Geopark (UGG). Dan tujuh diantaranya Geopark tingkat nasional. Kedepan ada sekitar 80 lokasi potensial Geopark yang akan didorong,” jelas pra yang akrab disapa Bima itu.

Baca Juga  Asyik, 125 Warga bakal Dipasang Listrik Gratis

Bima menyatakan, di Indonesia perkembangannya paling tercepat di Asia Tenggara dan juga mempunyai UGG terbanyak. “Semoga hasil konferensi ini bisa mempercepat laju perkembangan Geopark-geopark Indonesia lainnya,” katanya menyampaikan ucapan Safri Burhanudin.

Konferensi ini, lanjut dia, rencananya akan rutin diadakan dua tahun sekali agar mendorong pertumbuhan Geopark. “Ini sekaligus menjadi awal bagi konferensi lanjutan berskala internasional yang akan dilangsungkan pada September 2019 mendatang dan Indonesia sebagai tuan rumah Asia Pacific Geopark Network (APGN) Conference di lokasi UNESCO Global Geopark Rinjani, Mataram, Lombok,” tuturnya.

Sementara itu Kemenko Maritim Luhut Binsar Panjaitan memandang pentingnya peraturan perundang-undangan mengatur lebih spesifik agar mendukung perkembangan Geopark untuk kesejahteraan masyarakat. “Geopark ini potensi besar, harus kita kapitalisasi menjadi pendatang turis. Geopark ini menjadi salah satu yang penting sebagai penerimaan negara yang bisa membuat Indonesia ini lebih makmur,” pungkasnya.

Baca Juga  Batu Karut Jadi Spot Swafoto Favorit Pengunjung

Dalam acara terasebut Menko Maritim memberikan setifikat dan ucapan selamat kepada Unesco Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang diterima Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat dan Unesco Global Geopark Rinjani yang diterima oleh Gubernur NTB. (ade/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *