55 Warga Keracunan Tutut, 1 Orang Meninggal

by -

METROPOLITAN – Puluhan warga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi tutut di Kampung Kebonkawung, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Satu warga di antaranya, Muhammad Tamrin (18), meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Betha Medika, Cisaat, pada Selasa (24/7) sekitar pukul 21:50 WIB.

“Warga yang diduga mengalami keracunan ada 55 orang. Satu orang meninggal dunia lalu dibawa ke Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD R Syamsudin SH,” kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada wartawan saat menyisir korban di lokasi kejadian bersama RT/RW, kepala desa, puskesmas dan pihak kepolisian setempat, Rabu (25/7).

Marwan menyampaikan, warga yang diduga mengalami keracunan itu mengonsumsi tutut sejak Minggu (21/7). Makanan tersebut dibeli dari seorang pedagang keliling yang biasa berjualan di perkampungan. “Awalnya warga mengalami gejala-gejala pusing, muntah hingga buang air besar terus-terusan. Warga yang mengalami keracunan dibawa ke rumah sakit. Ada juga yang langsung dipulangkan,” terangnya.

Baca Juga  Bawa Perubahan Lebih Baik

Satu warga yang meninggal dunia sebelumnya telah mendapat perawatan medis di rumah sakit sejak Senin siang. Namun korban meninggal dunia pada Selasa petang. “Jenazahnya sudah langsung disemayamkan di rumah duka,” jelasnya.

Sementara untuk korban lainnya, lanjut Marwan, kini tengah mendapat perawatan intensif di empat rumah sakit. Di antaranya RS Betha Medika, RS Assyifa, RS Setukpa dan Klinik Alami. “Hari ini kita pantau terus, yang terakhir masih ada peningkatan jumlah pasien keracunan. Ini contohnya ada tiga anak sekarang masuk lagi,” ujarnya.

Marwan pun berharap tidak ada korban lagi dan akan menyisir agar yang tidak terdeteksi bisa secepatnya tertolong. “Saya mengimbau untuk sementara tidak mengonsumsi tutut karena makanan tersebut mengandung protein tinggi. Untuk ke depannya agar lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah tutut agar layak konsumsi,” pintanya.

Baca Juga  Jelang Puasa Warga Babakan Kompak Bebersih Lingkungan

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo menjelaskan, para korban keracunan telah mendapat rujukan dari empat rumah sakit di Kota dan Kabupaten Sukabumi. “Korban anak beragam. Paling muda empat tahun dan untuk orang tua 60 tahun. Mereka mulai merasakan gejala (keracunan, red) sejak Senin (23/7), terus bertambah,” katanya.

Polisi telah menyiagakan kendaraan patroli di Desa Sukamanis dan Citamiang, Kecamatan Kadudampit, untuk mengevakuasi dan menjemput korban keracunan massal. “Saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk memonitor perkembangan. Tim dokter, kepolisian, juga saya minta berjaga-jaga di kediaman warga yang sudah pulang dari rumah sakit. Kendaraan ambulans terbatas, jadi kami menyiapkan mobil patroli untuk antar-jemput warga korban keracunan,” tandasnya. (hep/ade/ram/run)

Baca Juga  Anton Ajak Warga Pegang Teguh Empat Pilar Kebangsaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.