Bekerja Iklas, Punya Moto Ikut Air Mengalir

by -

METROPOLITAN – Sebelum menjadi abdi negara. Adi Henryana sempat mencoba keberuntungan dengan melamar bekerja di bank swasta. Lama menunggu panggilan kerja, akhirnya ia memilih ikut tes masuk STPDN hingga akhirnya lulus. Berkat, perjuangan dan keikhlasannya yang bekerja tanpa pamrih mengantarkan Adi menjadi orang nomor satu di Kecamatan Dramaga. Seperti apa kiprahnya ? Berikut petikan wawancara Harian Metropolitan:

Kenapa bisa tertarik menjadi Pegawai Negri Sipil dan mengabdikan diri untuk Negara. Terlebih, latar belakang keluarga merupakan wiraswasta bukan PNS ?

“Saya dibesarkan memang dikeluarga wiraswasta. Lulus SMA Tahun 1993, mencoba sempat melamar kerja di bank swasta. Sambil menunggu panggilan kerja di bank swasta, mencoba mendaftar di STPDN hingga lulus tes. Selang satu minggu kemudian ada panggilan kerja di bank. Kebingangan sempat menghinggap, antara memilih kerja atau melajutkan sekolah. Teringat pituah orangtua agar tetap sekolah, akhirnya memilih untuk melajutkan sekolah.

Baca Juga  Ciye... Ciye... Kantor Perpustakaan dan Arsip bakal Jadi Dinas

Setelah lulus STPDN di Tahun 1997, Pertama kali mengabdikan diri untuk negara di Kecamatan mana ? Pertama kali mengabdi untuk negara, Januari tahun 1998. Bekerja di Kecamatan Tenjo menjabat sebagai staf kecamatan. Saat itu, massa reformasi 97 dan sering terjadi demo. Selang tiga tahun, akhirnya dilantik menjadi Kasi Pemerintahan, Kecamatan Tenjo.

Sambil kerja ikut tes tugas belajar selama satu tahun di Jakarta. Sepulang tugas belajar, langsung di tempatkan sebagai Kasi Trantib Kecamatan Cigudeg tahun 2002. Hanya satu tahun menjabat, dipidah ke Kecamatan Gunungputri hampir. Selama dua tahun menjabat sebagai Kasi Trantib akhirnya di tempatkan di Kecamatan Cibinong sebagi Lurah Cibinong. Tidak lama kemudian, dilantik menjadi Lurah Cibinong, Kecamatan Cibinong.

Selama bekerja di Pemerintahan, pengalaman apa yang tak terlupakan hingga kini masih teringat ?

Baca Juga  Sekarang Tamatan SMA Bisa Jadi PNS Lho!

Yang paling mengesankan saat menjabat sebagai Kasi Trantib di Kecamatan Cigudeg, tahun 2001. Saat itu, Warga Cigudeg demo meminta Jalan Raya Bunar – Parungpanjang diaspal. Sementara status jalannya milik provinsi bukan kewenangannya kabupaten. Warga yang tersulut emosi menebang pohon karet dan meletakannya di jalan, akibatnya kendaraan tidak bisa lewat.

Sebisa mungkin saya menenangkan masyarakat supaya tidak anarkis. Akhirnya bisa negosiasi dan jalan yang diblokir mengunakan pohon bisa kembali dilalui. Pemda mengusulkan kepada provinsi untuk di perbaikan jalan.

Moto apa yang di milik dalam mengembang tugas negara sampai saat menjadi Camat Darmaga ?

Saya punya moto yakni ikuti aja arus air mengalir. Jadi kita harus belajar ikhlas dimanapun kita ditempatkan karena jabatan itu sebuah amanah yang harus diemban.

Baca Juga  Raina Gumay Meriahkan Undian Belanja Berprestasi

Apa yang akan diberikan untuk warga Kecamatan Dramaga di Kepemimpinan sekarang ?

Pertama kali menjabat Camat bulan Januari dan memulai dari nol dikarenakan camat terdahulu pesiun. Dalam memajukan sebuah wilayah yang utama dibangun komunikasi yang baik antar Muspika, Kepala Desa, dan semua unsur kelembagaan. Setelah itu, diperlukan pembenahan di pelayanan yang maksimal karena itu merupakan dasar utama yang harus diberikan kepada masayrakat. Dengan kebersamaan dan kekompakan, sebuah wilayah bisa maju dan berkembang.

Siapa saja orang yang sangat berjasa dalam karir, hingga mengantarkan menjadi orang nomor satu di Kecamatan Dramaga ?

Selain doa kedua orangtua, dukungan anak dan istri sangat berarti dalam menujang semangat kerja. Alhamdulilah, keluarga sangat mengerti dengan beban kerja sebagai camat. Terkadang, waktu untuk keluarga sangat terbatas lebih banyak pekerjaan. (ads/c/sal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *