KPPU Ajak Masyarakat Melek Persaingan Usaha

by -

METROPOLITAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU-RI) ingin memacu kepekaan masyarakat dalam melihat isu persaingan usaha. Jika tidak, bisa menimbulkan praktek monopoli atau kartel, yang akhirnya merugikan konsumen di berbagai aspek. Misalnya soal harga atau ketersediaan komoditi. Ketua Komisioner KPPU-RI Guntur Saragih menyebut, isu persaingan usaha nilainya menjadi penting, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“KPPU sebagai lembaga negara, punya kewajiban sebagai wasit, penengah diantara stakeholder dalam dunia usaha, baik pemerintah atau swasta. Maka memberikan awareness kepada publik menjadi penting, betapa bahayanya monopoli, praktek kartel, kepada masyarakat,” katanya.

Dalam berbagai isu, KPPU-RI lebih memberikan rekomendasi kepada pemerintah, agar konsumen tidak dirugikan dengan permainan dalam dunia usaha. Dia mencontohkan, dahulu tarif pesawat terbang boleh disebut mahal. Setelah KPPU-RI melakukan gugatan, keluarlah rekomendasi agar membuat persaingan di antara pelaku usaha. Sehingga, masyarakat punya pilihan. “Sekarang naik pesawat, hampir semua orang bisa,” ucapnya.

Guntur menambahkan, KPPU-RI ingin menciptakan kondisi pelaku usaha yang sehat, namun tidak bisa bergerak sendiri karena tidak punya kewenangan dalam menentukan kebijakan. Hanya sebatas rekomendasi. Ia mengakui hal itu tidak mudah, karena praktek monopoli atau kartel cenderung ada terus menerus. “Tidak jera, ya memang seperti itu. Itu potensi. Apalagi, kami tidak bisa menyadap, tidak bisa menyita. Maka dukungan masyarakat, termasuk media, penting dalam mengawal situasi dunia usaha. Sehingga kami bisa memberi rekomendasi kepada pemerintah,” tutupnya. (ryn/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *