Masuki Musim Kemarau, Waspada Krisis Air

by -

CIAWI – Memasuki musim kemarau, masyarakat harus mulai waspada terhadap dampak kekeringan. Biasanya pada musim tersebut,debit air sumur sudah berkurang,demikian juga dengan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kesulitan air mulai dirasakan warga, keran air para pelanggan PDAM sudah sering tidak mengalir,air sumurpun demikian. “Kalau dua bulan kemarin,pasokan air lancar,tapi untuk bulan – bulan ini terkadang tidak mengalir,atau sekalinya ada debetnya tidak kencang,” ungkap Iwan warga Desa Bitungsari.

Kurangnya debet air juga dapat dilihat di bendung Cibalok,menurut penjaga bendung,Nazar,air sudah mulai surut,dan relatif normal. “Biasanya debet air tinggi,bahkan sampai menggerus tebingan,tapi untuk sekarang relatif normal bahkan cenderung kecil,” ujarnya lagi. Musim kemaraupun diduga akan berdampak pada hasil produksi pertanian. Karena biasanya para petani akan mengurangi jumlah tanam. Terutama pada wilayah – wilayah pertanian yang mengandalkan air hujan.

Hal tersebut dikatakan langsung Petani Desa Cileungsi Sholeh (45). Sudah dipastikan kebanyakan petani akan berlibur bercocok tanam atau mengganti tanaman mereka dengan tanaman yang tak butuh banyak air. “Kalau harus menyiram tiap hari repot juga,yah setidaknya agar hasil panen maksimal,maka tebar bibitnya dikurangi,” imbuhnya. Selain berdampak pada pertanian,sektor perikanan juga akan menanggung resiko Kekeringan,karena air adalah salah satu alat produksi vital. “Kalau musim kemarau,air yang ada tidak memadai,mau tidak mau terkadang dikurangi tebar benihnya,” tandasnya. (ash/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *