Rawan Begal, Kapan Jalan Padurenan Dipasang PJU?

by -

METROPOLITAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Serpong-Gunungsindur dikeluhkan warga. Pasalnya, dengan minimnya penerangan jalan ini tindak kriminalitas kerap terjadi di kawasan itu, tepatnya di Jalan Pedurenan Perum Wika, Kecamatan Gunungsindur.

Seperti yang dikeluhkan warga sekitar, Samsudin. Menurutnya, karena rawannya jalan itu membuat pengendara enggan melintas. Mereka lebih memilih untuk tidak melintas karena menyelamatkan motor dan nyawa. Kalaupun warga ingin melintas, biasanya mereka menunggu teman lainnya yang melintas jalan tersebut. Jika hanya dua orang pun warga enggan melintas. “Kalau cuma dikit enggak berani, karena begalnya berani bacok,” kata warga Padurenan itu.

Sebagai tukang sayur yang biasa berjualan di Tangerang Selatan, dirinya kerap tidak berjualan. Karena jika temannya tidak berjualan maka dirinya tidak berani melintas seorang diri. “Daripada motor saya hilang dan saya juga jadi korban ya terpaksa enggak jualan,” ucapnya.

Baca Juga  Lagi! Begal Beraksi di Jalan Garendong-Putatnutug

Padahal dirinya juga mengalami kerugian jika tidak berjualan. Namun terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan motor. Dalam sepekan dirinya bisa satu hari tidak berjualan. Dan jika baru terjadi pembegalan Samsudin bisa hingga tiga hari tak berjualan. “Pada takut. Kita kan enggak bisa lawan mereka kalau sudah pakai golok. Memang merugikan kita karena kalau enggak jualan ya enggak dapat duit. Tapi daripada motor hilang ya enggak jualan saja,” ujarnya.

Sekedar diketahui, salah satu titik rawan begal ada di Jalan Padurenan dekat Perumahan WIKA depan apotik kimia farma. Selain sepi dan tidak ada PJU, biasanya pelaku sudah mengenali wilayah sehingga dengan mudah membegal korban. (dyn/b/rez)

Baca Juga  Awas! Jembatan Leuwiranji Senasib Dengan Cipamingkis

Leave a Reply

Your email address will not be published.