Sudah Meninggal Waktu Dibawa ke Klinik

by -

METROPOLITAN – Rumah mendiang FN, warga Kampung Gunungputri Selatan, Kelurahan Gunungputri, Citeureup, Bogor, yang jadi korban pemerkosaan tujuh pria, tampak kosong. Tak ada satu pun pihak keluarga yang bisa ditemui. Info dari tetangga, keluarga FN sudah bertolak ke Jakarta.

FN merupakan putri sulung pasangan EC dengan AR. Selama ini sang ayah, EC, bekerja sebagai kontraktor di proyek MRT. Sedangkan ibunya jadi buruh pabrik garmen di dekat gerbang Tol Gunungputri.

Kata tetangga setempat, FN diduga meninggal akibat infeksi di daerah vital. Agus, salah seorang tetangga korban, mengaku tidak mengetahui pasti FN tewas diduga karena diperkosa atau tidak.

“Saya belum tahu kejadian yang sebenarnya, Mas. Setahu saya, FN meninggal memang karena sakit. Saya belum tahu tentang dia diperkosa. Yang ngasih tahu saya cuma Mas Suryono, ketua karang taruna kampung sini. Katanya FN kemungkinan mengalami infeksi di daerah vitalnya,” ucapnya.

Baca Juga  Mahasiswi Malah Dipukul Penjual Es Saat Sedang Berteduh

Hal senada juga diutarakan tetangga lainnya, Ratman. Sebelum meninggal, Selasa (10/7) sekitar pukul 04:20 WIB, ayah korban sempat mendatangi kediamannya dan menggedor-gedor pintu untuk meminta pertolongan. “Bude tolong bude, tolongin FN’. Saya langsung datang ke rumah,” ujar istri Ratman.

FN pun langsung mendapat pertolongan dengan memegang seluruh badannya sambil diberikan pijatan di tangan. “Saya rasain denyut nadinya kok kayak yang nggak ada denyutan. Saya usap-usap keningnya. Dalam hati saya, astaghfirullah, FN sudah meninggal. Tapi saya nggak berani bilang ke Bu Artin sama Mas Eko, saya kan bukan dokter. Kalau saya bilang FN sudah meninggal, pasti mereka kaget. Akhirnya saya cuma bilang FN pingsan, harus dibawa ke rumah sakit,” ucap istri Ratman.

Baca Juga  Sadis! Perampok Perkosa Mahasiswi dan Ibunya Sekaligus

Sementara itu, Ratman menjelaskan, karena belum ada rumah sakit yang buka pada waktu itu, Eko memutuskan membawa FN ke Poliklinik Indocement yang terletak tak jauh dari kediamannya.

“Akhirnya FN dibawa ke Klinik Indocement. Anaknya Pak Toyib (pemilik rumah yang dikontrak keluarga FN, red) yang telepon ambulans ke klinik sana. Tadinya mau dibawa ke Puskesmas Gunungputri tapi kan belum buka jam segitu. Memang ada unit gawat daruratnya, tapi nggak selengkap di Indocement. Kalau di sana (Klinik Indocement, red) alatnya lengkap, dokter jaganya juga ada terus,” imbuh Ratman.

Diperiksa di Klinik Indocement, dokter jaga dan tenaga medis sana menjelaskan FN sudah tidak bernyawa lagi. (krim/feb/run)

Baca Juga  Fakta Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *