Terjebak Cinta dengan Suami Orang (Habis)

by -

September tanggal 18 dia melangsungkan pernikahan, malam tepat sebelumnya dia masih telpon saya dan menenangkan saya, pagi sebelum ijab pun begitu. Bahkan di tengah acara resepsi dia masih menyempatkan waktunya memberikan kabar kepada saya. Meyakinkan saya dan menenangkan saya.

Bisa kalian bayangkan gimana bimbangnya saya waktu itu. Pacar saya waktu itupun saya abaikan, saya hanya berharap hp saya berdering dan mendapat kabar dari Setyo. Ya Allah, sakit kalo diingat lagi… Senin, seperti biasa dia menjemput saya untuk berangkat ke kantor. Di situ saya merasa sediiiihhhhh dan selama perjalanan tidak ada satu kata pun yang saya keluarkan. Dan selama perjalanan menuju kantor, dia berusaha ssekali memegang tangan saya sambil nyetir, sesekali mengucapkan i love you.

Dan saat tiba di kantor, ritual kami sebelum turun dari mobil adalah memberi pelukan dan kecupan bibir. Saya enggan melakukannya tapi dia mencoba meluluhkan hati saya. Hari demi hari saya mulai tenang dengan sikapnya yang masih seperti biasanya. Perhatian, sentuhan lembut dan cemburu-cemburu kecil. Ya Allah… entah apa yang ada dipikiran saya waktu itu hingga memlilih untuk bertahan.

Kebetulan, istri Setyo bekerja di luar kota sehingga Senin-Jumat Setyo menghabiskan waktu dengan saya. Bahkan, ketika istrinya pulang pun lebih sering tidak ditemuinya dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan saya. Astaghfirullah… Saat Setyo ijin kepada saya untuk menemui istrinya, hati saya hancur, tidak ikhlas bahwa saya akan ditinggal.

Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Di saat itu juga Setyo bersumpah kepada saya bahwa dia tidak akan menyentuh istrinya demi saya, dia tidak akan berhubungan layaknya suami istri dengan istrinya demi saya. Dia bersumpah atas nama Allah di hadapan saya… Saya ditenangkan oleh ucapan itu dan dia menginginkan bahwa sesungguhnya di hati kecilnya adalah saya yang dipilihnya.

Andai saja waktu bisa diputar. Hari demi hari kita lalui seperti itu. Suatu ketika di bulan Oktober perusahaan mengeluarkan SK yang menjelaskan bahwa saya dipindah tugaskan ke luar kota untuk sementara waktu. Mau tidak mau saya pun pindah tugas dan kami LDR. Sampai januari 2017 hubungan kami tetap seperti biasanya. Saya bekerja disini dan dia disana. Sesekali dia cuti untuk saya dan sesekali saya cuti untuk dia.

Jumat saya selalu pulang dan kita menginap di kontrakan kita. Sabtu sore saya pulang ke rumah orang tua saya dan dia pergi ke rumah istrinya. Untuk memperbanyak waktu dengan saya, setiap hari minggu dia selalu meninggalkan istrinya demi saya, dengan alasan yang dia buat agar bisa kembali ke kontrakan.

Posisinya, istri Setyo sama sekali tidak tau menahu dimana Setyo ini tinggal. Hanya saya dan orang tuanya yang tau. Minggu malam saya selalu diantar ke terminal untuk kembali merantau. Selalu ritual yang kita lakukan adalah peluk dan sedikit kecupan. Janji dan sumpah itu tetap berlaku dan tetap di ucapkannya. Apakah ada laki-laki yang sudah menikah masih tetap seperti itu kepada wanita lain? Bersumpah tidak menyentuh istrinya sedikit pun. Bersumpah tidak berhubungan layaknya suami istri. Apakah ada? Ya Allah… bantu saya. Ini masuk bulan ke lima kami menjalani hubungan yang abu-abu seperti ini. Saya cinta, dan diapun juga begitu. Tapi saya tidak bisa terus bertahan dalam situasi seperti ini. Untuk bertahan pun saya bingung, apalagi untuk menyerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *