34 Orang Gagal Nyaleg di Bogor

by -

METROPOLITAN – Niat jadi wakil rakyat pupus sudah. Puluhan berkas yang sudah dikirim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk perebutan kursi anggota DPRD Kota Bogor justru ditolak penyelenggara pemilu. Akibatnya mereka gagal ikut pemilihan legislatif (pileg) 2019.

Satu per satu berkas anggota legislatif diteliti. Hasilnya, dari 692 orang yang didaftarkan parpol ke KPU, ada 20 orang yang ditolak.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Bogor Syamsuddin mengatakan, berdasarkan rapat pleno internal, pihaknya hanya akan menetapkan 672 orang sebagai caleg DPRD Kota Bogor.

“Mereka itu (ditolak, red) tidak memenuhi syarat karena di masa perbaikan ada berkas yang belum dilengkapi,” kata Syam.

Rincian dari 20 orang yang dicoret di antaranya PKB (2 orang), Partai Garuda (6 orang), PSI (3 orang), Demokrat (3) dan PKPI (6 orang).

Syam membeberkan bahwa kebanyakan bacaleg yang dicoret KPU yakni mereka yang berkasnya tidak lengkap, meliputi surat keterangan sehat jasmani rohani, bebas narkoba, belum menyampaikan Surat Keterangan (SK) dari pengadilan, belum menyampaikan SKCK dan legalisir Ijazah.

“Untuk yang sudah memenuhi verifikasi KPU akan diumumkan di website KPU, termasuk di media. Setelah itu tahapan selanjutnya yakni penyusunan dan pengumuman DCS dari 8-12 Agustus 2018,” bebernya.

Baca Juga  3,2 Juta Warga Bogor Masuk DPS

Bukan cuma berkas caleg yang ditolak KPU. Ada pula yang sengaja mengundurkan diri hingga terpaksa dicoret KPU. Dari data yang dihimpun KPU Kota Bogor, ada 14 bacaleg yang tercatat mundur sebelum berperang  alias mengundurkan diri. Artinya, bila dijumlahkan dengan jumlah bacaleg yang dicoret karena berkas tidak lengkap, ada 34 orang yang gagal nyaleg di Bogor. (lihat grafis)

Menyikapi caleg yang gagal maju di perebutan kursi DPRD, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan angkat bicara.

Ia mengakui ada kadernya yang dicoret KPU karena alasan administrasi. Ketiga bacaleg yang kurang persyaratan berkas yakni Dapil Bogor Selatan Diki, Dapil Tanahsareal Hamzah Arafah dan Dapil Bogor Barat Dini Aristanti.

“Dari Total 50 bacaleg, adanya pengurang tiga orang sekarang ini jumlah bacaleg dari Partai Demokrat berjumlah 47 orang. Namun kita tetap optimis bisa meraih sepuluh kursi DPRD Kota Bogor,” jelasnya.

Di Kabupaten Bogor sendiri, KPU menyatakan ada beberapa bacaleg yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan terancam gugur dari bursa pencalonan. Saat ini KPU Kabupaten Bogor masih terus melakukan verifikasi berkas bacaleg satu per satu, baru kemudian direkap dan diketahui nama-nama bacaleg yang TMS.

Baca Juga  106 Orang Berebut 10 Kursi Anggota KPU Bogor

“Memang ada yang tidak lengkap dan sudah tidak bisa diperbaiki lagi dan statusnya TMS. Secara tidak langsung gugur,” kata Komisioner KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni.

Meski demikian, Ummi belum bisa merincikan berapa jumlah bacaleg yang statusnya TMS. Sebab, verifikasi masih terus dilakukan hingga 7 Agustus besok, baru kemudian direkap. Setelah itu KPU akan melakukan penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS) pada 8-12 Agustus 2018 dan mengumumkannya kepada publik pada 12-14 Agustus 2018.

“Jadi DCS-nya kami umumkan antara 12-14 Agustus. Setelah itu masuk tahapan masukan dan tanggapan dari masyarakat atas DCS pada 12-21 Agustus,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah partai politik (parpol) masih menunggu pengumuman resmi KPU terkait hasil verifikasi berkas. Saat ditanya soal kemungkinan bacalegnya dicoret, mereka umumnya belum bisa memprediksi.

“Kami masih menunggu hasil verifikasi KPU. Apakah ada yang gugur atau tidak, kami belum bisa memastikan,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor Arif Abdi.

Secara keseluruhan, lelaki yang juga maju di pileg 2019 Dapil I Kabupaten Bogor itu mengaku seluruh persyaratan bacaleg telah dipenuhi. Meski demikian, Arif tidak bisa memastikan apakah seluruh berkas itu telah memenuhi syarat atau belum.

Baca Juga  Menko Airlangga: Modernisasi Koperasi agar Adaptif dan Berdaya Saing

“Sebelum diserahkan, kami teliti dulu. Hanya memang ada beberapa tambahan khusus yang harus dilengkapi untuk bacaleg khusus seperti dari mantan penyelenggara pemilu atau birokrat. Mereka kan butuh keterangan-keterangan tambahan. Jadi kami tunggu dulu pengumuman resminya,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Bogor M Ridwan juga belum menerima informasi terkait bacalegnya yang gugur. Yang jelas saat pendaftaran awal, dari 53 bacaleg yang didaftarkan, empat di antaranya gugur karena tidak memenuhi persyaratan saat perbaikan berkas.

“Jadi yang kami serahkan saat masa perbaikan itu 49 bacaleg. Awalnya kami memang mendaftarkan 53, gugur empat karena tidak memenuhi persyaratan. Sisanya ini yang fix,” kata Ridwan.

Meski demikian, ia juga belum bisa memastikan apakah ke-49 bacaleg yang telah melengkapi perbaikan berkas akan lolos atau tidak. Sejauh ini, Ridwan merasa tidak ada kendala dan optimis bacaleg Partai Berkarya lolos berlaga berebut kursi DPRD Kabupaten Bogor.

“Perbaikan kemarin lengkap. Sejauh ini belum ada kendala, menunggu hasil verifikasi. Yang pasti kami sudah lengkapi sebaik-baiknya,” tandasnya. (fin/ads/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *