PELAJAR BOGOR DIDIDIK TENTARA

by -

Tawuran pelajar yang semakin memprihatin­kan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bertindak tegas. Wali Kota Bogor, Bima Arya, berencana melibatkan tentara untuk mendidik para pelaku tawuran.

UPAYA pencegahan yang ditawarkan pemkot dinilai bisa memutus tradisi tawuran pelajar. Bahkan duel gladiator sudah menewaskan pelajar Bogor. Bima menilai aturan yang ada saat ini terlalu lunak, sehingga batasan antara pelajar nakal dengan kriminal menjadi tidak jelas.

“Hukum sekarang harus lebih tegas. Ada batasan antara nakal dan kriminal. Di Australia, ada anak setingkat SMP, dihukum pidana karena menusuk. Disana keras, kita terlalu lunak, terlalu dibiarkan,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, kemarin.

Pihaknya tengah berkoordinasi dengan TNI dalam mewujudkan sekolah bela negara kepada anak-anak yang punya riwayat tawuran di beberapa sekolah. Nantinya siswa akan diberikan pembinaan, character building dan penguatan agama secara militer. “Sudah ada pembicaraan dengan dandim juga brimob. Memang harus ada tindakan keras supaya jera dan supaya berubah,” katanya.

Baca Juga  Bus Sekolah bakal Digilir Setiap Hari

Sebab, ia menilai tawuran pelajar kini bukan hanya insiden spontan semata, tapi sudah berubah menjadi sesuatu yang terencana dan sistemik. Ujung-ujungnya menjadi sebuah kultur yang tertanam di benak para siswa.

Ia mencontohkan kasus gladiator beberapa tahun silam, di mana kedua kelompok ‘mengutus’ satu orang untuk duel. Untuk mencapai situasi kondusif memang harus direncanakan sejak pembinaan, pengawasan dan penindakan. “Artinya tawuran sudah terencana, ini yang harus dipotong. Nantinya ada tiga fokus dalam sekolah bela negara, yaitu muatan character building, agama dan kearifan lokal,” paparnya.

Soal pencabutan izin sekolah bermasalah, Bima menjelaskan kini bola ada di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sebab, pemkot sudah memberikan surat rekomendasi kepada sekolah-sekolah ‘bermasalah’ di Kota Bogor, agar dihukum tidak boleh menerima dulu siswa untuk tahun ajaran nanti. “Kalau otoritas di kota mah sudah saya tutup. Sekarang kan SMA/SMK ada di provinsi, kami sudah layangkan surat, tinggal provinsi berani gak,” ujarnya.

Baca Juga  Tiga Pekan Kasus Covid-19 Kota Bogor Capai 538 Orang, 12 Persen Karena Libur Panjang

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin, menjelaskan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Disdik Kabupaten Bogor, Satgas dan Kantor Cabang Dinas (KCD) untuk membahas maraknya tawuran di wilayah Bogor awal minggu ini. Mengingat para pelajar tidak memandang wilayah dalam melakukan perkelahian.

“Beberapa waktu lalu, siswa SMP Kabupaten Bogor tawuran di kota. Nah ini masalah, anak-anak kan tidak ada batas wilayah. Jadi memang harus lintas sektoral. Nyari musuh, wujud eksistensi dan keberanian. Tawuran bawa saja di luar sekolah itu pekerjaan kita, tapi kita tidak punya kewenangan untuk itu,” kata Fahmi.

Fahmi melanjutkan, khusus Kota Bogor bakal menerapkan Pola Pembinaan Siswa Antitawuran dan Antikekerasan yang tengah tahap menyusun kerangka. Di samping rapor, ada juga surat kelakukan baik akan dikeluarkan sekolah setiap semester, dengan mencantumkan predikat kebaikan siswa untuk mengukur dan menggambarkan kondisi kebaikan siswa. (ryn/c/els/py)

Baca Juga  Lantik Lurah Baru, Wali Kota : Jangan Sampai Ada Ruang Publik di Kota Bogor 'Dibajak'!

Leave a Reply

Your email address will not be published.