SAB Jadi Proyek Siluman Dinas PU ?

by -

METROPOLITAN – Proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang digulirkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, menjadi persoalan. Hal itu karena pembangunan yang menghabiskan anggaran ratusan juta tersebut tak kunjung selesai, bahkan pembangunan SAB menjadi terbengkalai.

Melansir data dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Dinas PU, terdapat dua pos anggaran yang sama dan nilai yang tidak jauh beda. Hal tersebut membuat Ketua Umum Gerakan Aktivis Penyelamat Uang Negara (Gapura RI) Hakim Adonara angkat bicara. Menurutnya, dengan satu kegiatan yang sama seharusnya tidak ada dua anggaran yang digunakan. “Kok bisa ada double anggaran dalam tahun yang sama. Lalu anggaran yang satu lagi buat apa?” ujarnya kepada Metropolitan.

Baca Juga  Rayakan HUT RI, Bupati Santuni Anak Yatim dan Jompo

Hakim merincikan dugaan double anggaran tersebut yakni pos pertama dengan nomor kode paket 1.03.1.03.01.01.84.152 dengan total anggaran senilai Rp193.970.000. Sementara pos kedua yaitu dengan nomor Kode Paket 1.03.1.03.01.01.84.164 dengan total anggaran senilai Rp193.938.000. “Kedua pos dari LKPJ Dinas PU tahun 2017 itu sama untuk pembangunan SAB di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu. Saya yakin ini ada permainan nakal oknum pejabat dinas tersebut,” paparnya.

Hakim menduga ada kerja sama kurang sehat program yang digiring Dinas PU tersebut. Termasuk Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) selaku pengawasan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sukabumi. “Dugaan main mata para elite pejabat kian menguat. Ini tidak bisa dibiarkan. Yang jelas kami akan bawa kasus ini ke ranah hukum dan akan kami kawal ketat,” kata Hakim.

Terpisah, Ketua Umum Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) Firman Hidayat menambahkan, bantuan pemerintah soal SAB ini pasti menjadi pertanyaan publik. Terlebih memasuki musim kemarau seperti sekarang. Pasalnya warga membutuhkan manfaat dari bantuan tersebut. “Jelas disoal, seharusnya dinas terkait mampu mengoptimalisasikan proyek ini. Ini terkesan hanya untuk menarik anggaran saja tanpa dikedepankan manfaat bagi warga,” ucapnya.

Baca Juga  Target Selesaikan Kotaku di 6 Kecamatan

Sementara hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi Lukman belum dapat dikonfirmasi. Bahkan ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Lukman tidak merespons. (lan/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *