Wow, Sukabumi bakal Punya Bandara

by -
Beberapa pekerja tengah berada di proyek pembangunan terminal 3 ultimate bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (7/7). Pembangunan Terminal 3 Ultimate telah mencapai 78% per kuartal I/2015, terminal ini dapat menampung sebanyak 25 juta penumpang per tahun dan dilengkapi dengan fasilitas terkini, diharapkan terminal seluas lebih dari 370.000 m2 ini dapat dioperasikan mulai tahun depan. ANTARA FOTO/Lucky R./Rei/pd/15.

METROPOLITAN – Pemerintah pusat saat ini sedang fokus menata transportasi, khususnya di Sukabumi. Setelah membangun akses Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kini pemerintah pusat akan membangun bandara di Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pembangunan Bandara Suka­bumi akan dimulai awal 2019. Bandara tersebut rencananya akan dibangun di kawasan Cikembar, Sukabumi. ”Kita harapkan 2019 awal,” ujarnya.

Pembangunan bandara itu, men­urut Budi, sudah dimulai pembe­basan lahannya yang menelan dana hingga Rp400 miliar. Sumber pendanaan tersebut berasal dari APBN dan APBD. ”Tiga puluh per­sen pemda, 70 persen APBN dan nilai ditaksir mencapai Rp300 sampai Rp400 miliar. Karena dengan keberadaan bandara ini dampaknya sangat terasa oleh pemda,” ujar Budi.

Rencananya bandara tersebut akan dikelola lebih dulu oleh Kementerian Perhubungan, yang didesain dengan panjang runway hingga 2.000 meter. Pembangunan bandara di Su­kabumi itu dilakukan sebagai upaya menggenjot pembangu­nan infrastruktur di Jawa Barat bagian Selatan. Selain ban­dara, reaktivasi rel kereta api Sukabumi-Bandung juga dila­kukan untuk mempermudah mobilisasi masyarakat Jawa Barat.

”Kita membuat bandara dan reaktivasi rel yang sudah ada, sehingga orang bisa ke Suka­bumi lebih cepat dan lebih banyak. Bisa dari Jakarta-Bogor-Sukabumi sampai ke Bandung jadi alternatif jalur wisata,” jelasnya.

Pemerintah juga akan membangun dua pelabuhan di Pangandaran dan Pelabuhan Ratu. ”Kemenhub juga sedang membangun dua pelabuhan di Pangandaran dan Pelabuhan Ratu. Selain untuk kegiatan wisata di Geopark Ciletuh, juga memudahkan transpor­tasi logistik hasil bumi ke luar. Ke Priok atau yang lain lebih gampang,” paparnya.

Percepatan pembangunan di Jawa Barat bagian Selatan itu diharapkan bisa selesai di 2022. ”Berkaitan dengan menyeluruh mestinya sampai 2022. Reak­tivasi kereta nggak bisa dilaku­kan dalam waktu setahun,” ungkap Budi. (dtk/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *