ABG Dominasi Pelaku Kejahatan

by -

METROPOLITAN –  Maraknya peredaran narkoba di Sukabumi membuat kasus kejahatan jalanan meningkat. Hal itu tak lepas dari penggunaan narkoba, obat keras lainnya dan dampak pergaulan bebas. Bahkan tak jarang pelaku kejahatan pun masih berstatus pelajar atau di bawah umur.

DARI data yang dimiliki Ke­jaksaan Negeri Kota Sukabumi, menyebutkan kasus kejahatan jalanan di Kota Sukabumi me­ningkat setiap tahunnya sesuai pelimpahan kasus dari Polres Sukabumi Kota. ”Dari Januari hingga Juli 2018, ada 18 kasus kejahatan jalanan yang seluruh­nya sudah berkekuatan hukum

periode yang sama di 2017, ada peningkatan sekitar lima pertetap. Jika dibandingkan dengan sen,” jelas Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina di Sukabumi, kemarin.­

Ia menilai tingginya angka kasus kejahatan jalanan di Kota Sukabumi disebabkan beberapa faktor, seperti per­gaulan dan peredaran obat keras ilegal serta narkoba. Ba­hkan cukup banyak pelaku kejahatan yang statusnya ma­sih pelajar, mereka bergabung dengan geng motor. Kasus kejahatan jalanan ini didomi­nasi perkara pengeroyokan dan penganiayaan.

Di samping itu, pihaknya mengapresiasi Polres Suka­bumi Kota dalam mengungkap dan menangkap para pelaku yang sudah meresahkan ma­syarakat tersebut. Mayoritas pelaku yang ditangkap kemu­dian kasusnya dilimpahkan hingga diputus hakim di pengadilan negeri usianya masih muda. Bahkan cukup banyak usianya di bawah 30 tahun.

Motifnya berbeda-beda, ada karena permusuhan antargeng motor, balas dendam, salah paham hingga permasalahan sepele. ”Kasus kejahatan jala­nan ini juga ada kaitannya dengan peredaran obat keras dan narkoba. Ternyata sebelum melakukan penyerangan mau­pun penganiayaan, pelakunya mengonsumsi terlebih dahulu barang haram tersebut,” be­bernya.

Sementara itu, Kapolres Su­kabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dalam penanganan kasus ke­jahatan jalanan ini pihaknya tidak main-main. Bahkan pelaku yang ditangkap akan terus dilanjut perkara hukum­nya ke pengadilan. ”Tindakan tegas ini kami lakukan untuk memberi efek jera dan siapa pun yang akan melakukan se­kecil apa pun kejahatan akan berpikir ulang. Tujuan akhirnya untuk membuat masyarakat tidak resah dan tetap merasa aman dalam melakukan akti­vitas kapan pun,” ungkapnya. (bis/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *