Dolar Naik, Mahasiswa Demo Besar-besaran ke Istana Negara

by -

 METROPOLITAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Hing­ga Kamis (6/9) pukul 23:30 WIB, nilai tukar rupiah masih di angka Rp14.885. Hal ini mendorong Fo­rum Mahasiswa dan Pemuda Kota se-Indonesia berunjuk rasa di Istana Negara Jakarta, hari ini.

Setelah menggelar persiapan aksi bela bangsa dan bela negara di Taman Ismail Marzuki kemarin, Koordinator Lapangan (Korlap) Irfan Maftuh menuturkan, aksi ini salah satu bentuk kekece­waan terhadap kepemimpinan Pre­siden Indonesia Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Ini merupakan bentuk keke­cewaan atas era pemerintahan Jokowi-JK,” tutur Irfan saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.­

Terpuruknya rupiah, mahalnya bahan pokok, merupakan dua alasan besar digelarnya aksi unjuk rasa tersebut. Disinggung soal target massa aksi, Irfan mengaku untuk saat ini sekitar 200 peserta aksi sudah mengonfirmasi keha­dirannya. “Yang sudah pasti ada sekitar 200 orang, bahkan tadi sore juga kita sempat melakukan pertemuan di Taman Ismail Mar­zuki,” jelasnya.

Baca Juga  Dapat Sepeda Dari Jokowi

Senada dengan Irfan, Jenderal Lapangan (Jendlap) Masa Aksi Zainuddin Arsyad membenarkan agenda besar unjuk rasa yang bakal digelar pihaknya. Ia menga­ku akan membawa massa seba­nyak mungkin dan menyambangi Istana Jakarta guna meminta secara langsung kepada Jokowi untuk sesegara mungkin meny­elesaikan berbagai masalah yang saat ini tengah terjadi di masa pemerintahannya. “Intinya kita ingin Jokowi-JK menyelesaikan semua permasalahan yang ada, seperti janji-janjinya terdahulu. Dengan ini kami mengimbau semua pemuda dan mahasiswa untuk ikut ambil bagian pada aksi bela bangsa dan negara,” katanya.

SANDI TUKAR DOLAR

Bakal cawapres Sandiaga Uno menukar sebagian kecil dolar AS miliknya. Sandiaga menyebut aksi menukar dolar AS itu sebagai upaya memperkuat ekonomi di tengah tingginya nilai tukar ma­ta uang Negeri Paman Sam itu. Sandiaga menukar dolar AS mi­liknya di money changer Dua Sisi di Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

Baca Juga  Ojek Online Tuntut Tarif Rp4.000 per Kilometer

Sandiaga tampak mengenakan kaos berwarna biru bertuliskan SandiUno di dada sebelah kanan. ”Jadi itu sebagai simbolisasinya dan diharapkan diikuti bukan hanya pengusaha-pengusaha besar, tetapi seluruh elemen ma­syarakat yang memegang dolar. Jadi ini saatnya kita memperkuat ekonomi kita,” kata Sandiaga di lokasi.

Sandiaga mengaku sudah me­nukar hampir 40% dolar AS yang dimilikinya. Dia menyebut ham­pir seluruh hartanya dalam ben­tuk rupiah. ”Simbolisnya tadi 1.000 dolar. Sekarang hampir 40% dari portfolio valas saya. Sekarang saya lebih dari 95% posisi rupiah saya di portfolio saya,” terang San­diaga. (ogi/b/dtk/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.