Ini Cara Ketua Panwascam Ciseeng, Mulyadi Alwi Joron Wujudkan Pemilu Berkualitas Di Kabupaten Bogor Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Berintegritas

by -

 METROPOLITAN – Empat belas tahun Mulyadi Alwi Joron aktif sebagai penyel­enggara pemilu di Kabupaten Bogor. Kini, penghobi touring motor ini menjabat sebagai Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Ciseeng. Mulyadi memiliki target bersama komisioner lainnya untuk mewujudkan pemilu berkualitas di wilayah Ciseeng. Lantas gagasan seperti apa yang dimilikinya? Berikut wawancara Harian Metropolitan bersama pria kelahiran 23 Juli ini:

Sejak kapan Anda aktif sebagai penyelenggara pemilu?

Awalnya saya ini mendirikan Lem­baga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsern di bidang politik dan demo­krasi. Lalu, saya dipercaya menjabat sebagai Ketua PPK Ciseeng pada tahun 2004. Kemudian, tahun 2008 saya men­jabat sebagai Ketua Panwascam Ciseeng hingga sampai saat ini. Jauh sebelumnya saya juga aktif di keorganisasian kema­hasiswaan dan kepemudaan.

Apa yang melatarbelakangi Anda mau berkecimpung di penyeleng­gara pemilu?

Baca Juga  SMPN Ciseeng 02 Butuh RKB

Dari dulu saya ini senang berorga­nisasi dan menambah wawasan. Ke­mudian, saya juga senang bertemu dan memiliki teman baru. Termasuk, saya sosok yang haus akan ilmu-ilmu baru, apalagi pada saat penyeleng­garaan pemilu aturan yang digunakan cenderung berubah. Maka, ketiga hal itulah alasan kenapa saya mau tetap berkecimpung sebagai penyeleng­gara pemilu.

Lalu, gagasan Anda sebagai Ketua Panwaslu Kecamatan seperti apa?

Masyarakat ini kan perlu dan wajib diberdayakan pengetahuannya tentang politik, demokrasi dan kepemiluan. Tujuannya, agar masyarakarat tidak lagi menganggap pemilu itu hanya sebatas rutinitas lima tahun sekali, artinya hanya sekedar mencoblos tanpa tahu makna dan hakikat pe­milu. Maka, masyarakat harus dibe­rikan pendidikan politik oleh kita. Selain untuk mewujudkan pemilu berintegritas, tetapi juga harus ber­kualitas. Pemilu berkualitas itu harus semua pihak yg terlibat memiliki in­tegritas, baik penyelenggaranya, par­tai politik dan masyarakat pemilihnya. Karena itu satu kesatuan yang utuh.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Indonesia Laksanakan Gebyar Prolanis

Contoh pendidikan politik yang Anda berikan seperti apa?

Kita berikan pemahaman kepada ma­syarakat tentang hak-hak politik warga negara, kepartaian dan lain sebagainya. Termasuk mengenai aturan main ke­pemiluan. Bahwa, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan dan boleh dilakukan para peserta pemilu dan pemilih. Ter­masuk tahapan-tahapan yang sedang berlangsung saat ini.

Kemudian, apakah ada target lain­nya untuk mewujudkan pemilu ber­kualitas?

Ada dan kita lebih konsern untuk mengajak masyarakat pemilih aktif menjadi pengawas pemilu atau dengan kata lain pengawasan partisipatif. Kita lakukan saat memberikan pen­didikan politik tadi. Tujuannya, ma­syarakat ikut mengawasi tahapan pemilu dan ketika ada dugaan pelang­garan pemilu yang dilakukan peserta pemilu atau pihak lain bisa dilaporkan kepada kami untuk kami tindaklanj­uti. Intinya, kami ingin masyarakat itu cerdas, paham dan tegas ketika menemukan dugaan pelang­garan pemilu.

Baca Juga  JALANKAN PROGRAM, KARANG TARUNA FOKUS DI KELURAHAN

Lantas, ajakan Anda ke­pada masyarakat seperti apa?

Tahap kampanye ini se­bentar lagi akan dimulai. Di­mana, masa-masa rawan money politik itu sering terjadi di ma­syarakat. Kami berharap para pemilih menjauhi hal tersebut. Karena uang yang didapat tidak seberapa atau tidak berbanding dengan masa depan bangsa. Artinya, warga jangan ter­kecoh dengan memilih calon yang tidak berin­tegritas karena memakai uang untuk mendulang simpati masyarakat.

Belum lagi masyara­kat bisa dijerat pidana pemilu jika terbukti, kan kasian, karena ketidaktahuan beru­jung di pengadilan. Berikutnya sekarang sedang dipampang DPT pemilu di ma­syarakat, diharap­kan masyarakat aktif untuk meli­hat apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum, jika be­lum laporkan ke Panwaslu desa kami.(khr/d/ rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *