JEMBATAN MAUT BOGOR-DEPOK

by -

METROPOLITAN – Jembatan se­bagai salah satu infrastruktur pen­ghubung antarwilayah menjadi sesuatu yang penting di masy­arakat. Namun, jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kota Depok di Kampung Rawapanjang, RT 02/02, Kelurahan Pondokrajek, Keca­matan Cibinong itu sangat meng­khawatirkan. Sejak 2014, je­mbatan dengan panjang 15 meter dan lebar satu meter yang membelah Sungai Ciliwung tersebut nyaris ambruk. Bahkan, warga harus bertaruh nyawa ketika ingin melintasi jembatan ini.

Terlebih, saat hujan tiba, kebanyakan warga dari dua daerah ini memutar arah dengan waktu tempuh yang sangat lama, dibanding harus melalui jembatan tersebut.

Ketua RW 02 Kel. Pondokra­jeg, Ahmad Jaelani menutur­kan jembatan gantung ini dibuat sejak 1980. Dan dipu­gar tahun 2003, tapi karena tidak ada perawatan dari pe­merintah dan hanya mengan­dalkan swadaya dari masy­arakat, kondisi jembatan bisa dibilang hidup segan mati pun tak mau.

Baca Juga  LPKP Desak Dinas PUPR Gercep

”Sejak kecil saya suka lewat jembatan ini, karena warga di sini untuk sekolah ke SMP mau­pun SMA YKP yang berada di Citayem Depok, karena saat ini sudah rapuh kebanyak warga lebih memilih memutar arah,” ujarnya saat ditemui Metropo­litan dilokasi jembatan yang tak jauh dari kediamannya, kemarin.

Ahmad mengaku, meski tidak ada lagi anak sekolah yang menggunakan jembatan ini. Banyak sebagian warga yang melintas setiap harinya untuk beraktivitas. Untuk yang jatuh korban selama ini, belum ada. Tapi saat melintas warga disini ditakutkan dengan tali seling yang sudah rapuh.

”Jembatan ini beberapa kali diterjang saat sungai ciliwung pasang. Namun saat air pasang warga memilih jalan alternatif lainnya,” bebernya.

Baca Juga  Kementrian PUPR Sebar Septic Tank Komunal

Senada, Staf Kelurahan Pon­dok Rajek Samsudin menje­laskan, terkait soal jembatan gantung yang rusak sudah diajukan setiap tahunnya. Namun untuk informasi hing­ga saat ini soal jembatan be­lum ada.

”Kita selalu mengusulkan terhadap pimpinan. Tetapi hingga saat ini belum ada in­fonya lagi, kapan akan direa­lisasikanya, ”ucapnya.

Sementara itu, Kabid Peme­liharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Nana Su­priatna mengatakan, terkait jembatan gantung di Kelura­han Pondok Rajek itu belum ada laporan ke dinasnya.

”Jembatan gantung itu dibuat oleh Kementrian PU, untuk ke­pengurusannya diserahkan ke pihak desa dan kelurahan,” sing­kat Nana.(mul/b/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published.