KEJARI Garap Bos Muamalat Juga

by -

 METROPOLITAN – Usai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetap­kan Direktur Umum (Dirum) Peru­sahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Deni Harumantaka sebagai tersangka dalam korupsi bunga de­posito, kasus ini nyatanya masih menyisakan sekelumit misteri. Sebab dari total 605 gram yang diterima, tersangka baru menyerahkan sepu­luh keping emas seberat 550 gram sebagai barang bukti kepada tim penyidik.

Terkuak, sisa 55 gram belum diserahkan Deni ternyakeping emas yang hingga kini ta sudah dipakai untuk kepen­tingan pribadi. Hal itu diungkap­kan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Bogor Widiyanto Nugroho kepada Metropolitan, kemarin. “Ada yang belum dise­rahkan, nah itu memang sempat digunakan tersangka untuk uru­san pribadi. Bisa jadi untuk ke­giatan operasional saat kerja,” ujar Widi.­

Namun kejari juga masih men­dalami soal kemungkinan peng­gunaan 55 gram keping emas yang setara dengan uang sekitar Rp30 juta, digunakan tersangka untuk hal-hal lain di luar peker­jaan di Badan Usaha Milik Dae­rah (BUMD) besutan Andri Latif itu. Ada pula kemungkinan hasil korupsi ikut ‘dinikmati’ orang lain di sekitar Deni.

Baca Juga  Tinggalkan Segala Pekerjaan Jelang Idul Fitri

Widi menambahkan, saat ini tim penyidik tengah menyiapkan berkas-berkas untuk ke persi­dangan. Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya keterliba­tan orang lain dalam kasus in­ternal ataupun eksternal dari PD PPJ. Terlebih jika ada alat-alat bukti minimal yang menguatkan. ”Masih didalami dan kalau ada alat buktinya bisa saja ada lagi yang terlibat. Kami masih fokus menyiapkan berkas, di samping masih ada permintaan kete­rangan dari pihak-pihak lainnya.

Pemeriksaan masih berlanjut,” imbuhnya. Ditanya soal kuasa hukum yang menjelaskan Deni bakal jadi Justice Collaborator dalam kasus yang menjeratnya, Widi mengaku belum ada peng­ajuan atau informasi soal tersebut. Termasuk soal nama-nama yang bakal dibeberkan Deni di BAP sebelum persidangan. Apalagi Deni diketahui pernah menga­takan kepada media soal keter­libatan wali kota karena disebut mengetahui persoalan deposito uang Penyertaan Modal Pemerin­tah (PMP) sebesar Rp15 miliar tersebut.

Baca Juga  Cuma Kontribusi PAD Rp158 Juta, Pansus Bedah Bussiness Plan PPPJ Kota Bogor

”Belum tahu. Kami belum dapat itu. Sebab saat pemeriksaan per­tama lalu, belum ada muncul (informasi atau nama-nama) itu. Kalau memang ada, sepanjang itu ada alat bukti yang cukup, ya kita tindak lanjuti. Pada prinsipnya kita tidak membatasi,” paparnya.

Selain itu, tutur Widi, pihaknya juga telah memanggil pihak Bank Muamalat sebagai pihak tempat dana revitalisasi pasar itu dide­positokan pada 2015 silam. Me­skipun dia enggan memaparkan lebih jelas soal keterangan yang ingin digali penyidik Korps Ad­hyaksa tersebut. “Ada lah. Yang jelas sudah dipanggil dari pihak bank, hari ini (kemarin, red). Nah besok (hari ini, red) ada dari PD PPJ yang bakal kami panggil lagi,” beber Widi.

Sementara itu, Kuasa Hukum Deni Harumantaka, Unggul Ca­hyaka yang sedianya mengunjungi pria berkacamata itu kemarin, urung terlaksana. Sehingga belum ada komunikasi lebih lanjut ter­kait persiapan menghadapi per­sidangan. “Belum. Ada agenda lain, jadi batal. Tetap persiapan menyusun kekuatan yang akan kami bawa ke persidangan nan­ti,” singkatnya.

Baca Juga  Polisi Bingung Pilihkan Sel Lucinta Luna

Sebelumnya kuasa hukum Ung­gul juga mengaku bersama tim kuasa hukum tengah menyusun kekuatan dalam menghadapi pengadilan. Termasuk menjadi Justice Collaborator untuk men­guak nama-nama lain yang ter­libat dalam kasus rasuah itu.

Ia sedang menyiapkan strategi dan langkah-langkah hukum ke depannya usai penahanan Deni. Termasuk upaya pengajuan penangguhan penahanan. Sejak ditahan, tim kuasa hukum baru sekali bertemu Deni, yakni pada Rabu (5/9). “Dalam pertemuan itu, papar Unggul, Deni sudah menyampaikan beberapa hal kaitan dugaan korupsi yang membelitnya.

Termasuk soal nama-nama lain yang kemun­gkinan terlibat dan mengetahui skema deposito, aliran dana hingga kemungkinan ikut ‘me­nikmati’ bunga dana aset untuk revitalisasi pasar itu. “Intinya Pak Deni siap jadi Justice Collabora­tor untuk membuka kasus lebih dalam. Kami juga sudah meny­ertakan nama-nama yang dise­butkan, yang diduga terlibat atau mengetahui soal adanya depo­sito, alirannya ke mana, atau bisa saja ikut di dalamnya,” ung­kapnya. (ryn/b/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.