Kota Sukabumi Bebas Anjal

by -
SONY DSC

METROPOLITAN – Kota Sukabumi berupaya mensterilkan jalan raya dari anak jalanan (anjal) dan pengemis. Caranya dengan membentuk satuan tugas khusus (satgasus) pengawasan anjal dan menetapkan kawasan bebas anjal.

“Untuk strategi penanganan anjal, kami membentuk satgasus berdasar­kan SK Wali Kota Sukabumi pada Mei 2018,” ujar Kepala Bidang Rehabili­tasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi Aang Zaenudin.

Keberadaan satgasus yang berjumlah sepuluh orang itu untuk menjaga ka­wasan tertentu yang saat ini baru di Jalan RE Martadinata, Sukabumi. Jalan tersebut, jelas Aang, merupakan kawa­san bebas anjal dan pengemis. Saat ini di Sukabumi baru satu ruas jalan yang dinyatakan kawasan bebas anjal. Ren­cananya ke depan akan ditambah kawasan seperti itu.

Para petugas satgasus itu, la­njut Aang, nantinya memantau keberadaan anjal. “Ketika ada yang mangkal, naik dan turun angkot, didekati dan disosiali­sasikan bahwa ini daerah bebas anjal dan bebas pengemis,” katanya.

Baca Juga  Satpol PP Berantas Miras di Tajurhalang dan Sukaraja

Menurut Aang, kebijakan ini bermanfaat agar masyarakat nyaman dan Kota Sukabumi terlihat tertib dan tertata dengan baik. Selain itu, petugas di la­pangan juga berupaya mencari tahu apa permasalahan anak sehingga berada di jalanan yang nantinya akan dibantu. Namun, ungkap Aang, sebenarnya anjal di Sukabumi mempunyai kelu­arga dan menyediakan makanan di rumah. Terlebih sebenarnya mereka sadar bahwa hidup sehat itu bisa.

Mereka, sambung Aang, me­miliki motif untuk mendapatkan penghasilan lebih dan meny­alurkan hobi bermusik. Akibat­nya sulit mengarahkan anjal kembali menjadi anak rumahan. Kehadiran satgasus di lapangan dengan berseragam biru ini, tambahnya, cukup efekttif dalam mencegah anak ke jalanan. In­tinya anjal kini mengetahui Su­kabumi sudah peduli dan tidak ingin ada anjal.

Sebelumnya, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi berhasil menja­ring belasan pengamen dan anjal. Dalam giat tersebut, se­dikitnya 17 anjal dan pengamen berhasil diamankan.

Baca Juga  Per Bulan 15 Warga Bogor Gila

Tak hanya itu, petugas juga dikagetkan dengan didapatinya barang bukti lem Aibon yang diduga kerap disalahgunakan untuk teler atau mabuk lem (ng­elem, red). “Kami menemukan enam kaleng lem Aibon. Biasanya disalahgunakan dengan cara menghirup cairan lem tersebut agar bisa fly (istilah mabuk, red),” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pe­negak Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi Sud­rajat kepada Metropolitan.

Razia itu dilakukan sebagai bentuk penegakan Perda Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2004 tentang Ketertiban Umum, dari Lapang Merdeka, Jalan Otista, Jalan RE Martadinata, Jalan Zaenal Zakse, Jalan Ahmad Yani serta titik pusat kota lain­nya. “Razia ini merupakan upaya Cipta Kondisi dan salah satu jawaban dari keluhan warga, khususnya terhadap kebera­daan mereka (anjal, red),” te­rangnya.

Sudrajat menjelaskan, para anjal dan pengamen tersebut kerap berkeliaran di angkutan kota maupun fasilitas umum lainnya. Selain itu, saat menga­men, para anjal dan pengamen sering marah apabila diberi uang dalam jumlah kecil. “Ka­mi menerima laporan, warga mengeluhkan keberadaan an­jal dan pengamen ini,” katanya.

Baca Juga  Satpol PP Angkut Dua Pemandu Lagu dan Ratusan Botol Miras

Pihaknya juga sudah beber­apa kali mengingatkan agar anjal dan pengamen tidak ber­keliaran di Kota Sukabumi. Sebab, keberadaannya sering mengganggu keamanan, ke­tertiban dan estetika kota, ter­masuk di sarana angkutan umum. “Terutama ibu-ibu sering mengeluhkan. Apabila memberi uang dalam nilai ke­cil, mereka (pengamen, red) marah-marah. Sehingga terin­dikasi pada hukum pidana,” paparnya.

Barang bukti lainnya dari ha­sil razia tersebut yakni tujuh gitar ukulele yang sering dipa­kai untuk mengamen. Usai didata dan diberi hukuman push up, lanjutnya, para anjal dan pengamen yang terjaring razia kemudian dicukur petu­gas Satpol PP. “Kami sudah amankan barang bukti tersebut. Mudah-mudahan nantinya ada efek jera buat mereka,” ung­kapnya. (rep/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *