Larangan Kantong Plastik Menuai Pro-Kontra

by -

METROPOLITAN – Larangan peng­gunaan kantong plastik alias keresek sebentar lagi bakal berlaku di Kota Bogor. Pemerintah daerah telah me­nyiapkan peraturan wali kota (per­wali) soal larangan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Elia Buntang mengaku hing­ga kini pihaknya masih menyosialisasikan aturan tersebut ke seluruh wi­layah. Termasuk di setiap pasar modern seperti mal dan swalayan.

“Untuk pusat perbelanjaan tersebut mulai dilarang mengelu­arkan plastik. Dan warga juga kami berikan edukasi untuk tidak menggunakan keresek guna mengurangi limbahnya,” kata Elia.

Berdasarkan fakta yang ada, Indonesia menjadi negara dengan penyumbang sampah plastik ke lautan terbanyak kedua setelah China (Tiongkok). Di Kota Bogor sendiri, tumpukan sampah men­capai 700 ton per hari dengan jumlah sampah plastik yang diperkirakan bisa mencapai 100 ton per hari. “Kami harap aturan ini bisa efektif untuk mengurangi sampah,” harapnya.

Baca Juga  Cukup Punya IUMK, Pengusaha Bogor Bisa Dibantu Pemkot

Disinggung soal sanksi, Elia mengaku belum membahasnya lebih lanjut. “Masih terlalu dini bahas sanksi ini. Fokus kita se­karang lebih ke sosialisasi dulu,” ujarnya.

Tak cuma itu, ia juga berharap perwali ini bisa mendorong se­tiap UMKM memproduksi kan­tong berbahan kertas dan seje­nisnya yang bisa didaur ulang. “Ini bisa jadi lapangan usaha bagi masyarakat yang kreatif dan bisa memanfaatkan peluang,” ucapnya.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor Mochamad Ade Nugraha menambahkan, la­rangan menyediakan kantong plastik ini sudah memiliki lan­dasan hukum berupa Perwali Kota Bogor Nomor 61/2018 ten­tang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Pihaknya mengaku sangat ber­harap masyarakat Kota Bogor bisa turut mendukung pengu­rangan penggunaan kantong plastik dengan kesadaran sen­diri. Sebab, dengan ini akan berdampak pada berkurangnya jumlah timbunan sampah plas­tik demi menjaga lingkungan hidup tetap lestari, tidak tercemar sampah plastik.

Baca Juga  DLH Akui Kesulitan Angkut Gunung Sampah Cilebut

”Kota Bogor akan menjadi kota keempat yang melakukan pelarangan penggunaan kantong plastik setelah Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan dan Kota Bandung. Bahkan rencana ke depan pelarangan ini bisa dite­rapkan juga di pasar-pasar tra­disional Kota Bogor sehingga dapat berjalan lebih efektif dan signifikan dalam mengurangi sampah plastik,” katanya.

Beberapa kota yang sudah memiliki aturan yakni Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan dan Kota Bandung. Namun rencana ini tak lepas dari kor­eksi anggota dewan. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Sendhy Pratama angkat bicara. Menurutnya, saat ini perwali memang masih dalam tahap sosialisasi. Apabila saat reali­sasi nanti terjadi gejolak di masyarakat, setelah waktu ber­jalan, pihaknya akan mendorong (menekan, red) wali kota Bogor mencabut perwali tersebut.

“Jadi kebijakan harus juga di­barengi dengan solusi. Karena faktanya plastik menjadi kebu­tuhan saat ini. Kami Komisi III akan memantau dan menga­wasi perkembangan dari per­wali ini,” tegasnya.

Baca Juga  Puluhan Tahun Tinggal di Rutilahu, Sulastri Akrab dengan Banjir

Hal senada diungkapkan ang­gota DPRD Komisi IV Kota Bogor Najamudin. Ia menjelaskan, regulasi yang dibuat pemerintah perlu dibarengi dengan solusi. “Harus disosialisasi secara masif dan terdapat solusi dari hasil putusan yang sudah ditetapkan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, peraturan yang ditetapkan merupakan kebijakan dan menjadi langkah antisipasi di waktu mendatang. Kendati begitu, dengan langkah dan upaya yang terus dilakukan, diharapkan terdapat pengelolaan limbah plastik organik yang diproduksi masyarakat Kota Bogor.

”Tujuannya menghasilkan ni­lai ekonomi bagi warga Kota Bogor juga. Kita juga harus me­nyambut baik hal ini. Karena di balik maksud kebijakan tersebut, terdapat kepentingan untuk ma­syarakat Kota Bogor juga,” tan­dasnya. (yos/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *