Oknum Guru Siksa 35 Murid

by -

METROPOLITAN – Sejumlah orang tua murid SDN 2 Benteng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, memprotes perilaku oknum guru Endang Supriadi yang melakukan kekerasan kepada siswa. Bahkan oknum guru tersebut menampar siswa kelas VI itu dengan buku.

INFORMASI yang dihimpun Metropolitan, aksi kekerasan oknum guru itu dilakukan ke­pada 35 siswa kelas VI B. Aki­batnya, siswa kelas VI B NM (12) menangis dan trauma. Hal itu membuat sejumlah orang tua murid mendatangi sekolah untuk menuntut wali kelas ter­sebut dipecat.

”Tindakan kekerasan terhadap anak saya, NM, kelas Vl B, tidak dapat ditolerir di dunia pendi­dikan. Sebagai guru seharusnya mengambil tindakan tegas tidak dengan fisik, melainkan tinda­kan mendidik agar siswa jera,” ujar salah seorang wali murid, Asep Awaludin.

Baca Juga  Kades Kutajaya Terima Siswa PKL

Tindak kekerasan itu terjadi pada 29 Agustus 2018, di mana 35 siswa kelas VI B diperlakukan kasar oleh wali kelas. ”Kami minta Pak Endang Supriadi sebagai wali kelas VI B dimu­tasi bahkan dipecat. Sebab siswa pada takut sekolah lan­taran gurunya memiliki tem­peramen tinggi (kasar, red) terhadap siswa,” katanya.

Hal serupa juga dialami siswi kelas Vl B, VL (11). Orang tua­nya, Suhaeti Kusmawati, menga­ku terpaksa harus mendatangi sekolahnya untuk meminta anaknya dipindahkelaskan ke VI A. Sebab, anaknya diduga telah menjadi salah satu korban tindak kekerasan yang dilaku­kan oknum guru tersebut. ”Se­cara psikologis, jiwa anak saya mengalami tekanan ketika adanya kekerasan terjadi. Apa­lagi ini terjadi di lembaga se­kolah,” paparnya.

Baca Juga  Motor Dinas di Cicurug Memprihatinkan

Menurut Suhaeti, hal ini se­harusnya tidak terjadi. Apala­gi sebagai orang tua, ia menga­ku tidak pernah melakukan kekerasan terhadap anak pe­rempuan. “Apalagi ini sampai mengakibatkan bibir anak saya memar akibat dipukul Pak En­dang Supriadi menggunakan gulungan buku,” kesalnya.

Suhaeti mengaku anaknya mengadu setelah pulang seko­lah bahwa wali kelas VI B galak. Perilaku kurang baik Endang Supriadi ini ternyata telah lama berlangsung. ”Saya heran nih kenapa pihak sekolah yang berjanji hari ini akan bermu­syawarah tapi entah bagai­mana musyawarahnya tidak terlaksana,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cicurug Agung Gunawan yang men­dengar kabar tersebut langsung terkejut dan geram. Agung langsung menyampaikan rasa prihatinnya atas terjadinya dugaan tindak kekerasan ter­hadap siswa di lingkungan sekolah dasar di wilayahnya. ”Saya prihatin di Kecamatan Cicurug yang telah ditetapkan sebagai kecamatan layak anak masih terjadi adanya tindakan kekerasan terhadap anak. Apa­lagi ini terjadi di lingkungan sekolah,” kata Agung.

Baca Juga  Kades Kutajaya Terima Siswa PKL

Agung menilai dugaan tindak kekerasan terhadap siswa di lingkungan sekolah yang dila­kukan salah satu oknum guru terhadap siswa di kelasnya itu diduga telah melanggar UU Perlindungan Anak dan juga melanggar kode etik guru. Men­urutnya, tindakan oknum guru itu telah mencederai pendidik.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Koordina­tor Pelayanan Pendidikan (Koryandik) Kecamatan Ci­curug guna menginformasikan adanya dugaan tindakan ke­kerasan terhadap siswa di SDN Benteng 2, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. (hid/kng/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.