SubSidi Konversi Angkot DiMulai Tahun Depan

by -

METROPOLITAN – Pel­uncuran angkot modern sebagai langkah awal pro­gram konversi angkutan kota (angkot) ke bus awal September terus menjadi perhatian. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor me­mastikan subsidi yang akan diberikan kepada para koperasi badan hukum yang nantinya menaungi jalur Transpakuan Koridor (TPK), baru dilakukan ta­hun depan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, persoa­lan subsidi kepada badan hukum masih dibicarakan dengan anggota DPRD Kota Bogor. Termasuk soal skema dan jumlah yang akan diberikan. Untuk itu, pihaknya memastikan tidak ada subsidi untuk konver­si angkot di tahun ini.

“Angkot modern yang diadakan Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari) itu tidak pakai subsidi, pakai sendiri. Ma­kanya transisi dulu sesuai kemampuan, tiga angkot ke dua angkot. Baru tahun depan tiga angkot ke satu bus, sembari merampung­kan kepastian soal subsidi,” kata Bima.

Baca Juga  Seorang Pengendara Motor Tewas Usai Terlindas Oleh Truk LPG

Bima menambahkan, ke­seluruhan anggaran yang akan dikucurkan sekitar Rp17 miliar. Jumlah tersebut ber­dasarkan perwali, dengan menghitung beberapa indi­kator seperti subsidi per kilometer dan gaji sopir.

“Jadi, ada yang subsidi ada yang tidak. Yang subsidi berlaku Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tapi, untuk Kodjari juga saya minta tetap jalan dengan aturan TPK nantinya, meskipun tidak ada subsidi. Sopir pakai se­ragam, berhenti tidak sem­barangan, jadi mulai ikut sistem yang akan kita bangun tahun depan,” katanya.

Dengan berjalannya kon­versi tiga angkot menjadi dua angkot modern di TPK 4, dia berharap skema kon­versi tiga angkot dengan satu bus bisa segera dija­lankan. Berbarengan dengan kepastian subsidi yang di­terima badan hukum. “Do­rong kesiapan koperasi, TPK mana yang sudah siap. Kita lihat. Kalau saya mau­nya tiga ke satu ini ya tahun sekarang, tapi melihat ke­mampuan koperasi. Tahun depan lah bisa,” paparnya.

Baca Juga  Cor Jaldes dan Hotmiks Akses Warga

Politisi PAN ini menjelas­kan, skema subdisi kepada badan hukum nantinya bakal mirip dengan peng­ajuan bantuan sosial (ban­sos). Dia mencontohkan, misalnya badan hukum A punya 50 armada bus, maka mereka bisa mengaju­kan proposal berapa sub­sidi yang diperlukan.

“Ajukan proposalnya (ke pemkot), nih saya punya operasional sekian, misal­nya. Tolong bantu. Lalu nanti pemkot assesmen proporsal itu. Seperti ajukan dana bansos. Patokannya kepada Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jadi nanti proporsional, untuk sopir berapa, untuk subsidi per kilometernya berapa. Nilai dan teknis ada di dinas,” terangnya. (ryn/b/els/py)

One thought on “SubSidi Konversi Angkot DiMulai Tahun Depan

  1. Politisi PAN ini menjelas­kan, skema subdisi kepada badan hukum nantinya bakal mirip dengan peng­ajuan bantuan sosial (ban­sos). Dia mencontohkan, misalnya badan hukum A punya 50 armada bus, maka mereka bisa mengaju­kan proposal berapa sub­sidi yang diperlukan. Ajukan proposalnya (ke pemkot), nih saya punya operasional sekian, misal­nya. Tolong bantu. Lalu nanti pemkot assesmen proporsal itu. Seperti ajukan dana bansos. ” (apa benar ini pernyataan Pak walikota Bogor) masa sih subsidi untuk angkutan umum sama seperti bansos… …. Bukankah subsidi untuk angkutan umum itu sudah jelas aturannya ada di PP 74 dan peraturan mentri perhubungan tentang subsidi, ….. apakah mungkin ini salah ketik? mohon klarifikasinya ya.. agar tidak salah pengertiannya, dan saya bisa lebih tercerahkan……. Haturnuhun

Leave a Reply

Your email address will not be published.