Angkot Modern Dihantui Gagal Launching

by -

METROPOLITAN – Rencana mengaspalnya angkot modern di Kota Bogor, disoroti Ketua Or­ganda Kota Bogor, Ishack. Ia me­minta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menyiapkan terlebih dulu sarana dan prasarana yang memadai serta mengkaver angkot modern.

”Jangan sampai sarana-prasara­nanya belum ada, angkot modern sudah beroperasi. Ini kan berba­haya,” kata Ishack kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut Ishack, salah satu yang krusial yakni prasarana subterminal di kawasan Ciawi. Karena jalur Trans Pakuan Ko­ridor (TPK) 2, 3 dan 4 akan bermuara di Ciawi. Sedangkan sampai saat ini belum diketahui akan di mana subterminalnya dibangun.

Kalau sampai tidak ada subterminal, dikhawatirkan akan terjadi krodit lalu lintas. Apalagi, kawasan Ciawi sekarang sangat semrawut, ditambah ada kendaraan baru hasil kon­versi yang mengisi TPK -TPK.

Baca Juga  Kota Bogor Bangkitkan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi

”Kondisi di Ciawi sudah sem­rawut. Kalau kendaraan hasil konversi semuanya bermuara atau melintas Ciawi, maka akan sema­kin parah. Ini yang harus diper­hatikan Pemkot Bogor. Jangan sampai program direalisasikan, tapi kesiapan di lapangan tidak memadai,” tegasnya.

Masalah konversi 3 banding 2 yang saat ini disiapkan Dishub Kota Bogor dengan sejumlah angkot modern yang segera dioperasikan, membuatnya me­minta semua pihak betul betul diberi tahu dan dikondusifkan. Sebab, masih banyak pemilik angkot yang menolak atau belum menerima konversi itu.

Awalnya program konversi itu memprioritaskan skema 3 ban­ding 1, yaitu 3 angkot dilebur menjadi 1 bus sedang. Tetapi yang ramai sekarang malah ang­kot menjadi angkot lagi. Kesiapan di lapangan juga harus diutamakan. Sebab kenyataannya, masih banyak yang belum menda­pat sosialisasi ataupun kesiapan infrastukturnya.

Baca Juga  Perumda Tirta Pakuan Ajak Pelanggan Maksimalkan Aplikasi SIMOTIP

”Kami juga banyak menerima keluhan ataupun masukan dari berbagai pihak, terutama pengusaha angkot. Sekarang saja shelter untuk TPK baru dibangun dan subterminal belum ada, gimana mau diope­rasikan. Nanti yang ada terjadi benturan atau gesekan di la­pangan. Ini yang harus diper­hatikandishub,” jelasnya.

Permasalahan lain yang harus diutamakan, sambung dia, soal angkot yang terkena konversi. Artinya, angkot yang di­lebur itu harus jelas secara data dan valid. ”Harus jelas soal angkot yang dilebur dari hasil konversi itu, angkot angkot mana saja dan dari trayek mana. Sampai saat ini belum ada data apa apa, jadi lebih baik tidak diopera­sikan dulu itu angkot modern, sebelum semuanya benar be­nar siap,”bebernya.

Baca Juga  Bima Bakal Panggil Manajemen BNR

Sementara itu, anggota Ko­misi III DPRD Kota Bogor, Mulyadi, menilai, angkot mo­dern harus dilakukan dengan kajian matang. Jika program kajiannya jelas, maka tidak akan terjadi gagal launching.

“Sekarang tidak bisa dilakukan Uji KIR Penghapusan kendar­aan yang dikonversi ke angkot modern (P5) -nya belum ada. Jika kajiannya matang akan ada target kapan launching dan kapan mulai operasi karena pasti sudah diukur,” jelasnya. (ads/b/sal/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.