Bupati Sukabumi Ngadu ke KONI Jabar

by -
Pipiet Kamelia (kanan) ketika melawan wakil Thailand, Janejira Wankrue pada semifinal kelas D putri 60-65 kg di Padepokan Silat TMII, Minggu 26/8/18. Pipiet menang dan melaju ke final. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.

METROPOLITAN – Jelang Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XIII di Kabupaten Bogor awal Oktober 2018, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyesalkan masih adanya sejumlah daerah yang mengincar dan mencaplok atlet dari daerah lain. Padahal, menurutnya, porda merupakan ajang olahraga yang tidak hanya untuk mengukir prestasi, namun juga menjunjung tinggi sportivitas atlet.

Hal tersebut diungkapkan Marwan Hamami di sela peringatan Hari Olah­raga Nasional (Haornas) tingkat Ka­bupaten Sukabumi di Lapang Gum­bira, Kecamatan Nagrak, terkait atlet asal Kabupaten Sukabumi.

Ia menyoroti atlet cabang olahraga atletik asal Kabupaten Sukabumi, An­jasari Dewi, yang pergi meninggalkan kontingen Kabupaten Sukabumi se­cara sepihak. Ia pergi tanpa persetu­juan KONI Sukabumi.

Anjasari Dewi kini jadi atlet kontin­gen Bekasi. Marwan berharap hal se­perti itu tidak boleh terjadi lagi. ”Terus terang kami sangat kecewa, seharusnya porda jadi ajang meningkatkan kua­litas dan pembinaan atlet di daerah.

Namun nyatanya berbeda dengan harapan. Tindakan yang dilakukan sama sekali tidak mendidik atlet ka­rena hanya mengejar materi semata. Padahal ia dibesarkan dan didik men­jadi atlet di Kabupaten Sukabumi,” kata Marwan Hamami.

Karena itu ia mengaku telah me­merintahkan pengurus KONI segera menyampaikan keberatan kepada pihak terkait. Terutama kepada pihak berkompeten yang membidangi ka­sus tersebut, khususnya KONI Jabar.

”Bila memang tidak ditanggapi se­rius, KONI Jabar tidak mampu men­didik atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas. Tindakan tersebut tidak boleh terulang lagi karena gengsi daerah berbagai cara dihalalkan, termasuk mengambil atlet daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupa­ten Sukabumi telah menyiapkan bonus Rp35 juta bagi atlet Kabupaten Suka­bumi peraih medali emas pada porda mendatang. Pemberian bonus kepada para atlet berprestasi, tutur Marwan, merupakan salah satu bentuk apre­siasi dari pemkab. Dimana setiap atlet  berprestasi akan diberikan hadiah. ”Untuk atlet peraih medali emas porda atau pa­perda akan diberikan hadiah uang sebesar Rp35 juta,” be­bernya.

Ketua KONI Kabupaten Su­kabumi Deden Achadiyat memberikan apresiasi adanya bonus bagi atlet peraih med­ali emas, kendati uang besa­ran tidak sesuai usulan peng­ajuan Rp50 juta. ”Tidak men­jadi masalah dan patut disyu­kuri. Kami harap bonus ter­sebut dapat mendorong dan memotivasi seluruh atlet untuk mengukir prestasi,” harapnya.

Deden mengatakan, Pemkab Sukabumi tidak hanya mem­berikan bonus, tetapi dapat memperjuangkan para atlet untuk mendapatkan kesejah­teraan lebih layak. Terutama mendapat kepastian masa de­pan. ”Di antaranya bisa masuk PNS,” tutupnya. (pr/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *