Dinding Rumah Warga Retak Massal

by -

METROPOLITAN – Hujan yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin (22/10) sore membuat permukiman warga di Kampung Cimangurang, RT 03, 04 dan 07/02, Desa Cijayanti, Kecama­tan Babakanmadang, Kabupa­ten Bogor, mengalami pergese­ran tanah. Kondisi ini mem­buat dinding rumah warga retak-retak.

Sedikitnya ada 22 rumah yang mengalami retak massal. Ter­masuk sarana ibadah (masjid, red) di wilayah tersebut. Warga setempat, Sukma (28), menga­takan bahwa sebelum hujan, tanah di wilayah tersebut me­mang sudah mengalami retakan berdiameter 10 sentimeter. Namun setelah hujan melanda sejak sore, retakan itu membe­sar menjadi 60 sentimeter se­panjang 100 meter.

“Di sini kontur permukaan tanahnya turun naik. Dan rumah warga banyak berada di samping tebingan. Kalau hujan terjadi tiga hingga empat hari menda­tang, dikhawatirkan rumah warga bisa runtuh karena long­sornya tanah,” tuturnya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia melanjutkan, saat ini seba­nyak empat Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke rumah ke­rabat terdekatnya. “Hal ini ka­rena ditakutkan pada malam hari terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan bencana tanah longsor,” katanya.

Sementara warga lainnya, Geri, menuturkan bahwa per­gerakan tanah itu hingga kini tidak menimbulkan rumah hingga runtuh dan rata dengan tanah. “Namun retakan banyak terjadi pada bagian dinding rumah, termasuk dinding Masjid Nurul Palah,” bebernya.

Menyikapi hal tersebut, Ke­pala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kabid Latik BPBD) Kabupaten Bogor Su­mardi mengaku pihaknya hing­ga kini masih menunggu hasil Assessment dan tengah menge­cek langsung kondisi di lapangan.

“Ya selanjutnya kami akan rekomendasikan untuk direlo­kasi atau tidak bagi para korban terdampak. Karena hingga kini kami masih menunggu hasil pendataan di wilayah terdampak. Tapi untuk petugas sudah be­rada di lokasi. Mereka membe­rikan pelayanan dan penanga­nan sedini mungkin,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ke­pala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armasyah. Ia mengimbau masyarakat me­ningkatkan kembali siskamling guna memperhatikan lokasi yang rawan bencana longsor. “Apa­bila terjadi, segera lapor ke pe­merintah setempat dan BPBD. Sementara untuk retakan pada dinding rumah, kami akan kirim personel untuk menambal se­mentara dengan tanah lempung,” pungkasnya. (yos/b/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *