November, Tol BORR Seksi III A Dimulai

by -
FOTO: FADLI/METROPOLITAN/JPNN

METROPOLITAN – Proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA segera dilanjutkan. Mu­lai November, proyek jalan tembus hingga Tol Depok itu bakal dimulai lewat peletakan batu pertama (groundbreaking, red).

“Sesuai rencana dijadwalkan nanti 15 Novem­ber ya,” ungkap Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo. Untuk itu, lanjut Hendro, saat ini pi­haknya juga menargetkan pembebasan lahan dan relokasi utilitas bisa selesai pada pertengahan 2019.

Lahan yang akan dibebaskan terda­pat di dua kelurahan se-KecamatanTanahsareal, yakni Kelurahan Cibadak dan Kayumanis. Totalnya ada sekitar 270 bidang tanah yang tersebar di lahan seluas enam hektare. ­

“Itu sudah tidak bisa mundur lagi karena proyek ini masuk strategis nasional yang harus tersambung dengan jalan Tol Antasari-Depok pada 2021,” tegasnya.

Pengerjaaan proyek Tol BORR Seksi IIIA ini nantinya akan di­mulai dari lahan di tengah Jalan Raya Kemang dekat persim­pangan Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor.

Baca Juga  Kota Bogor Masih Jadi Pilihan Tempat Tinggal

“Proyek ini bisa tetap jalan tanpa perlu menunggu pembe­basan lahan selesai. Karena itu (pembebasan lahan, red) khu­sus untuk akses keluar masuk jalan layang,” ungkap Hendro.

Hendro melanjutkan, akses keluar masuk jalan layang di­rancang di empat lokasi wilayah Kelurahan Kayumanis dan Ci­badak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

”Pembebasan lahan juga untuk pelebaran jalan dan penataan persimpangan Jalan Raya Ke­mang-Semplak,” tambahnya.

Hendro menjelaskan, biaya pembebasan lahan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun ia mengakui pemerintah belum bisa menyediakan dari Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN).

”Perusahaan kami harus me­nalangi biaya sekitar Rp1,5 tri­liun agar proses pembebasan sesuai jadwal awal,” jelasnya.

Hendro menuturkan, per­kembangan pada tahap persia­pan di antaranya telah meny­elesaikan penetapan lokasi dari gubernur, analisis dampak lalu lintas dan analisis dampak lingkungan. ”Sekarang mulai inventarisasi tanah. Kedua, se­dang lelang kontraktor dan kon­sultan pengawas,” tuturnya.

Baca Juga  SDN Babakanasem Bangun Perpustakaan Rp154 Juta

Meski harus menanggung bi­aya pembebasan lahan, Hend­ro mengaku telah memperhitung­kan alokasi anggaran untuk konstruksi. Asalkan, pemerintah pusat dapat menepati janji mem­bayar dana talangan tersebut tahun depan.

”Pembangunan jalan layang sepanjang 2,85 kilometer itu di­alokasi menghabiskan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Proyek kali ini menyambungkan jalan layang sebelumnya di dekat persim­pangan Jalan Soleh Iskandar hingga persimpangan Jalan Raya Kemang perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor,” bebernya. Ia menjabarkan, tantangannya saat ini lebih kepada penyelesaian utilitas menyesuaikan dengan rencana pembangunan jalan layang. Relokasi jaringan kabel, pipa air dan gas diakui kerap terkendala anggaran dari pemi­lik utilitas tersebut.

”Padahal kami dikejar 12 bulan harus selesai. Mudah-mudahan nanti kami koordinasi agar itu tidak menghambat. Makanya kami bertemu lebih awal. Saya memastikan tahapan yang dila­lui masih sesuai jadwal terbaru, meski awalnya pembangunan direncanakan mulai pertenga­han 2018,” tegasnya.

Baca Juga  Bangun 16 Titik Infrastruktur hingga Pelosok Desa

Sementara itu, Sekretaris Dae­rah Kota Bogor Ade Sarip Hi­dayat menyerahkan seluruhnya kepada pihak pengelola jalan. Pemerintah daerah hanya men­dukung lewat peraturan wali kota yang mengatur relokasi dan penggantian pohon di lokasi proyek. ”Tidak lagi nanti ada cerita pihak lain membuli ter­badap pembangunan ini. Ka­rena suka tidak suka, pohon yang ada harus tidak ada, tapi diganti dengan 12 pohon. Setelah mene­mui pihak pengelola jalan, saya memastikan pohon yang ada akan dipindahkan sementara selama pembangunan tersebut,” pung­kasnya. (ryn/c/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *